Kontra

Lewati Batas Izin, PT Sital Diduga Langgar Pekerjakan Tenaga Asing

JAKARTA – Membangun sebuah usaha tidak lah semudah membalikkan telapak tangan, banyak perjuangan dan kepahitan yang di lalui dengan susah payah.

PT. Sital Jaya Industries salah satu anak perusahaan dari Sinta grup yang beralamat di jalan Imam Bonjol no 123 Karawaci Kota Tanggerang didirikan atas kerja keras dari Alm Toto Hermijanto. Saat ini terjadi keributan di pihak internal managemen dalam status kepemilikan yang sah.

“Saya sebagai anak yang sah dari istri pertama merasa di dzolimi oleh saudara tiri saya sendiri dengan tidak dilibatkan saya dalam kepemilikan saham perusahaan yang ayah saya bangun” kaya Indra Hermijanto anak ke 3 dari 4 bersaudara.

“Bagaimana mau dibagi soal saham sedangkan kasus hukum kepemilikan masih bergulir di pengadilan tinggi Banten dan sampai saat ini masih belom inkrah ketetapan hukumnya ” kata Susi Hermijanto anak ke 4 dari Toto

“Ayah kami menikah dua kali, pertama ibu kami namanya Alm Ratnawati Hermijanto meninggal tahun 1971,” kata Susi.

“Sekarang sedang ada rapat RUPS yang menurut kami itu melanggar etika, karena yang bisa memberikan perintah untuk ada RUPS adalah Direktur yang sekarang bernama Mister Liu ing Ming,” kata Susi.

Banyak yang dilanggar dalam perjalanan managemen PT. Sital Industries diantaranya mempekerjakan tenaga asing yang telah melewati masa ijin kerja mereka.

Tan Chee weng dan Malcolm De Souza tenaga Asing yang telah lama tinggal di Indonesia sebagai tenaga selama hampir 23 Tahun dan telah lewat masa ijin kerja mereka yang berakhir ditahun 2015.

Gabungan Masyarakat Peduli Pembangunan dan Lingkungan Tanggerang (GMP2LT ) gabungan dari LSM BIAK ( Barisan Independen Anti Korupsi ) yang diketuai oleh Abdul Rafid bersama dengan LSM MAPAN ( Masyarakat Pemantau Anggaran Negara ) dengan ketua Saepudin Juhri mendatangi PT.SITAL grup Industries untuk memberikan surat somasi kepada pihak perusahan yang telah diduga adanya kelalaian dalam penggunaan tenaga kerja asing

” Bahwa saudara pimpinan perusahaan Shinta Group selaku Pemberi Kerja terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) diduga Memalsukan surat sehingga dapat diancam Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP diancam pidana penjara paling lama 7 (tujuh) Tahun,” kata Saefudin Juhri sebagai ketua MAPAN

Bahwa perbuatan hukum dalam bentuk penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang jabatan yang dilakukan secara rapih, cermat dan berkonfirasi legal padahal merupakan bentuk kejahatan dan/atau perbuatan hukum yang dapat dipidana, yang diduga keras telah terjadi penyalahgunaan wewenang jabatan yang dilakukan secara Korporasi, dan sangat bertentangan, sehingga menimbulkan kerugian Negara

Saat pihak media ingin mengkonfirmasi masalah ini kepada pihak perusahaan tetapi tidak mendapatkan ijin dari pihak manajemen karena sedang berlangsung rapat RUPS yang di kawal ketat pihak keamanan dari kepolisian sektor Karawaci dan Koramil setempat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top