Pro

GPII dan BPII Ikrarkan Indonesia Tanpa SARA

Jakarta – Ratusan massa mengatasnamakan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dan Brigade Pelajar Islam Indonesia (BPII) melakukan kegiatan renungan suci di depan patung MH. Thamrin Patung Kuda Indosat Jakarta Pusat, Jumat malam (28/10/2016).

Mereka memperingatinya kali ini bertepatan hari Sumpah Pemuda ke 88. Selain itu, para pemuda yang ikut hadir dalam acara itu membacakan naskah Sumpah Pemuda, serta pembacaan ikrar “Wujudkan Indonesia tanpa SARA”. Dalam ikrar itu, mereka menyebutkan Indonesia dengan luas wilayah dari Sabang hingga Merauke dengan banyak sekali organisasi maupun perkumpulan yang berdiri atas latar dan dasar seperti budaya, agama, suku, dan asal usul beranekaragam menjadi suatu kekuatan atau modal untuk memperjuangkan persatuan bangsa.

“Ini harus terus diperjuangkan sehingga rasa nasionalisme kita terhadap bangsa Indonesia semakin tinggi,” ungkap Ketua Bidang Dakwah PP GPII Nanang Qosim.

Dilanjutkan dia, dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme, yaitu tekad sebuat masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun berbeda-beda agama, ras, etnis, atau golongan. NKRI adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada sila-sila Pancasila.

“Berbeda-beda tetapi tetap satu, itu semboyan yang digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan NKRI yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku, bangsa, agama dan kepercayaan,” tuturnya.

Masih kata Nanang, Bhineka Tunggal Ika bukanlah hanya sekedar semboyan, melainkan tersimpan makna yang tersirat didalamnya yang harus diketahui dan dipahami. Pada prinsipnya semboyan bangsa Indonesia memiliki makna yang sangat penting yaitu toleransi dan kesatuan.

“Toleransi inilah yang dapat mencairkan perbedaan menjadi persatuan sehingga tidak ada perpecahan atau konflik. Kesatuan merupakan hal yang harus dilakukan dengan mewujudkan persatuan dan kesatuan dari berbagai macam ras, suku, dan agama,” jelasnya.

Tak hanya itu, massa juga melakukan pengibaran bendera merah putih raksasa berukuran 8 meter X 4 meter yang diarak disekitar patung kuda Indosat sebagai bentuk semangat perjuangan generasi penerus bangsa.

“Masyarakat agar lebih mencintai Tanah Air dan membangkitkan semangat nasionalisme,” kata dia.

Lebih jauh, terkait proses hukum kasus dugaan penistaan Ahok, Nanang mengaku tidak sepakat dengan adanya tekanan opini publik baik dalam bentuk pengerahan massa atau lainnya.

“Biarkan proses hukum berjalan independen. Serahkan masalah ini kepada pihak berwajib yang menanganinya, khususnya pihak Kepolisian yang sudah bekerja secara profesional,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top