Kontra

Wiranto: Jaga Keutuhan NKRI dari Rongrongan Radikalisme

Jakarta – Menkopolhukam Wiranto berpesan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nasionalis untuk ikut berperan serta dan sadar akan pentingnya bela negara sesuai fungsinya masing-masing. Dalam arti disini, bela negara bukanlah berperang yang sebenarnya tapi para mahasiswa bisa berperang melawan lain, seperti berperang dalam bidang Iptek. Sebab, para pemuda mulai kehilangan rasa bangga atau bahkan rasa memiliki terhadap tanah air atau negara Indonesia.

“Perlunya meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang bela negara sangat penting. Pendidikan ini penting untuk menumbuhkan kepekaan sosial melalui organisasi atau komunitas sosial bisa juga melalui forum ini,” demikian disampaikan perwakilan Menkopolhukam Sekretaris Jenderal Deputi 6 bidang Kesatuan Bangsa Brigjen Pol Darmis Nur Am saat membacakan isi sambutan dalam ‘Rapat Akbar dan Konsolidasi Kebangsaan BEM Nasionalis’ bertema “Peranan mahasiswa dan Pemuda dalam Menjaga Keutuhan NKRI dari Rongrongan Radikalisme dan Paham Liberalisme” di Universitas Jayabaya Jakarta Timur, Kamis (22/12/2016).

Ratusan BEM dari seluruh Indonesia dari berbagai Provinsi nampak antusias dalam acara tersebut. Mereka diantaranya: Aceh, Padang, Palembang, Medan, Kaltara, Kalsel, Kaltim, Sulbar, Sulteng, Sulut, Bali, NTB, Maluku, Maluku Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Selain itu, lanjut dia, perlunya komitmen kuat untuk terus menggaungkan spirit revolusi mental demi menciptakan Indonesia damai dan sejahtera. Kata dia, kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa itu sangatlah penting dan dia berharap acara kali ini tidak hanya berhenti dengan acara formal kali ini saja melainkan bisa di implementasikan dengan karya yang nyata.

“Membangun masyarakat untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dengan memupuk generasi penerusnya sesuai dengan nilai-nilai heroik kepahlawanan agar kita mudah memahami nilai kebangsaan. Tetaplah berpotensi menjadi pejuang kepada masgarakat menuju era persaingan global. Maka itu, pemuda harus siap dan digembleng,” ucap dia.

Darmis menambahkan pihaknya menyadari bahwa dalam mencapai tujuan dan tantangan di era globalisasi baik dibidang politik, hukum, dan keamanan ada tantangan lainnya yang harus dihadapi salah satunya adalah persoalan kebangsaan yakni memperkuat kebhinnekaan.

“Kini kita cenderung terpinggirkan dan makin melemahnya ikatan sosial dan ketahanan masyarakat makin tidak kuat dalam memahami nilai Pancasila. Kemajemukan bangsa juga harus dijaga dengan baik untuk membangun kebersamaan dengan saling menghormati satu sama lain dan hidup berdampingan tanpa ada kebencian,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top