Kontra

Demo BaladacintaRizieq, Mahasiswa Bakar Spanduk di Polda Metro Jaya

JAKARTA – Sebuah percakapan via aplikasi chat bermuatan pornografi yang diduga dilakukan Rizieq Shihab dan Firza Husein tersebar di media sosial. Polisi pun berencana akan memanggil keduanya guna penyelidikan dan membuat persoalan tersebut terang benderang.

Ratusan mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda anti Pornografi pun menyatakan dukungannya agar Kapolda Metro Jaya segera mengusut kegaduhan yang sudah dilaporkan dengan berunjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2017).

“Kami mendesak kepada Kepolisian untuk segera mengusut penyebaran chat yang bermuatan pornografi dengan memanggil Habib Rizieq dan Firza Husein untuk dimintai keterangan dan mengklarifikasinya,” kata Koordinator aksi Chaerullah Talaohu saat berorasi.

DiamankanSelain itu, lanjut dia, Kepolisian juga harus mengungkap keaslian foto dan percakapan tidak senonoh tersebut, meskipun usai pemeriksaan Habib Rizieq memberikan klarifikasi bahwa isu tersebut adalah fitnah saat berorasi didepan simpatisannya didepan Polda Metro Jaya kemarin. Dikatakan dia, pornografi merupakan hal yang tabu untuk sebuah bangsa yang menjunjung tinggi adat ketimuran yang sarat dengan nilai nilai agama, norma dan adat.

“Mari selamatkan generasi muda dari pornografi. Kami menghimbau umat agar tidak terpancing atas beredarnya konten pornografi di internet,” ucapnya.

Chaerul mengakui fenomena tersebut membuat Republik ikut gempar dan resah apalagi Indonesia sendiri sangat menjunjung tinggi etika dan moral sehingga hal yang tidak senonoh sangat di pandang sebelah mata. Apalagi peristiwa ini sampai terjadi di kalangan tokoh / panutan masyarakat.

“Peristiwa ini membuat masyarakat resah dan sangat mengejutkan,” tukasnya.

Lantaran geram yang makin memuncak itu, para demonstran yang membawa alat peraga aksi berupa spanduk itu pun kemudian dibakar didepan Mapolda Metro Jaya. Meskipun sudah dilarang polisi, sejumlah pendemo tetap membakar spanduk bertuliskan “Kepolisian Harus Mengungkap Foto dan Percakapan Tidak Senonoh Habib Rizieq dan Firza Husein”, sehingga mereka kemudian diamankan.

Dan aparat kepolisian itu pun sempat mengamankan empat pendemo selain Chaerul yang merupakan mahasiswa UBK, juga ada Mahasiswa Stebank Darma Alwi Perkasa Alam, Mahasiswa Unkris Fijai Jaban, dan mahasiswa Unindra Fahmi. Polisi juga mengizinkan koordinator aksi untuk menemui empat pendemo yang diamankan di pos penjagaan Polda Metro Jaya. Setelah bernegosiasi, koordinator lapangan keluar bersama empat pendemo yang sempat diamankan petugas akhirnya dilepas kembali dan kemudian menyerukan agar massa tidak anarkis atau membakar alat peraga.

Untuk diketahui, sebelum memanggil Rizieq dan Firza, polisi akan terlebih dulu mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) dari para saksi dan ahli. “Pokoknya kita minta keterangan beberapa ahli dulu. Ada ahli digital forensik, ahli biologi, ahli biologi forensik, akan kita cek. Secepatnya,” kata Argo Senin (30/1/2017).

Argo mengatakan, kasus ini pertama kali diungkap tim patroli siber. Konten tersebut berisi tampilan (capture) percakapan dan gambar berbau pornografi. “Tentunya kita punya cyber patrol. Setelah adanya cyber patrol, kita menemukan beberapa akun yang diduga ada gambar pornografi, yang ada gambar di situ diduga adalah HR dan F,” Argo menjelaskan.

Hasil patroli siber yang dilakukan tim penyidik Polda Metro Jaya itu kemudian dilaporkan ke pemimpin. Selanjutnya pemimpin menginstruksikan agar dilakukan penyelidikan pada kasus penyebaran konten berbau pornografi itu.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top