Kontra

Sambangi BPN, Ini Tuntutan Barisan Garuda Pancasila

JAKARTA – Puluhan massa mengatasnamakan Barisan Garuda Pancasila berunjuk rasa didepan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN), Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2017). Mereka menyerukan agar segera tangkap Policy Advisor BPN RI Lien Chen Wie dan Loso Judianto karena dinilai mengkhianati cita-cita pemerintah untuk mensejahterkan rakyat dengan cara megkomersialisasikan tanah-tanah Negara.

“Atau segera pecat Menteri BPN Sofyan Djalil karena telah melakukan pembiaran bahkan melindungi Lien Chen Wie dan Loso Judianto,” tegas Koordinator Lapangan Rahmat Himran.

Selain berorasi, para demonstran juga menggelar spanduk bertuliskan “Tangkap Lin Chen Wie dan Loso Judianto penjual Tanah – tanah Negara, Copot Menteri Sofyan A. Djalil dan Tanah – tanah Negara dikomersilkan dan di jual oleh Lin Chen Wie dan Loso Julianto”.

Dikatakan Rahmat, program humanis Presiden Joko Widodo tentang reformasi agraria kini tercoreng oleh tingkah laku bawahannya. Kali ini, kata Rahmat, datang dari Kementrian Agraria dan tata ruang atau yang juga dikenal dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dipimpin oleh Sofyan Djalil. Sofyan Djalil melalui tangan bawahanya Lin Chen Wie yang merupakan Policy Advisor BPN RI, lanjut Rahmat, telah melakukan tindakan yang sangat tidak pantas sebagai pejabat negara dengan mengkomersialisasikan tanah-tanah negara.

“Loso Judianto, Lien Chen Wie juga telah ikut berbuat semena-mena dengan mengambil alih peran, tugas dan fungsi strategis dari para pejabat tinggi Negara seperti Sekjend, Irjen dan Dirjen BPN, bahkan dengan berani menegur dan mempermalukan para pejabat tinggi tersebut dalam rapat-rapat resmi,” sesalnya.

Sementara itu, jubir massa Moh Zulfikar Fauzi mengatakan untuk mempermulus tindak tanduknya dalam mengembangkan kerajaan bisnisnya, Lin Chen Wie dan Loso Judianto juga melakukan sentralisasi kekuasaan pemerintah ke tangan swasta. Hal tersebut dia buktikan dengan dibentuknya Bank Tanah yang selama ini berfungsi sebagai badan usaha bagi penguasaan dan pemilikan kantong-kantong aset tanah dengan cara pengambilan dokumen tanah negara, tanah Kehutanan, tanah konsensi perusahaan besar, dan tanah terlantar, termasuk letak dan koordinat 9 juta hektar tanah objek Reforma Agraria yang merupakan program strategis Presiden Jokowi dan Nawa Cita.

“Cara-cara kotor ini sudah menjadi hal biasa bagi mereka, termasuk melakukan ancaman dan intimidasi,” ucapnya.

Salah satu yang menjadi korban ancaman, sebut Zul, adalah Antony Salim dan Sinar Mas Group melalui pembebanan pajak progresif tanah dan mengakuisisi tanah-tanah mereka dengan memanfaatkan Bank Tanah.
Kiprah Sofyan Djalil, Lien Chen Wie dan Loso Judianto tentunya sudah sangat tidak bisa dibiarkan lagi.

“Mereka ibarat infeksi berbahaya dalam tubuh yang terus menggerogoti kekayaan NKRI demi memperbuncit perut sendiri,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top