Pro

Kapolda: Ada Ancaman Pidana Gunakan KTP Palsu saat Pencoblosan

Jakarta – Petinggi TNI dan Polri yakni Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Teddy Lhaksmana dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menghimbau masyarakat agar datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

“Kita tahu bahwa sesuai prinsip demokrasi, adanya jaminan HAM dan pemilihan yang bebas dan jujur, maka untuk mewujudkan demokrasi tersebut, diimbau kepada warga DKI untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya, dengan bebas dan sesuai hak pilihnya masing-masing,” ungkap Iriawan saat jumpa pers bersama terkait pengamanan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017 di Aula Sudirman Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/2/2017).

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Ketua KPU DKI Sumarno, Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti, serta beberapa unsur TNI terkait.

Untuk menjamin keamanan ketertiban masyarakat pada hari pencoblosan nanti, polisi dibantu TNI berkomitmen untuk menjaga keamanan secara bersama. Iriawan kemudian meminta agar pasangan calon (paslon) tidak melakukan kampanye di masa tenang Pilgub DKI.

“Yang kedua, agar pada sisa masa tenang ini, pasangan calon dan tim kampanye tidak melaksanakan kampanye. Apabila melaksanakan maka dapat diproses secara hukum, dengan ancaman paling singkat 15 hari 3 bulan,” imbau Iriawan.

Iriawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penghalangan kepada seseorang ataupun masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Bila ditemukan, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Pada hari pencoblosan yaitu 15 Februari 2017, tidak ada yang melakukan ancaman atau pun kekerasan, dan menghalang-halangi seseorang dalam menggunakan hak pilihnya,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat diminta agar tidak menggunakan KTP palsu atau mengaku sebagai orang lain dalam melakukan pencoblosan.

“Mengaku sebagai seseorang itu ada ancaman pidananya, 24 bulan, 72 bulan, sesuai pasal 178 UU pemilukada,” ujarnya.

Polisi juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan operasi tangkap tangan terhadap politik uang. Pihaknya mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan aktifitas money politik.

“Informasi yang kami dapat beserta pihak unsur TNI bakal akan adanya indikasi money politik, ini informasi. Oleh sebab itu kami sampaikan pada kesempatan ini, bahwa kami tim gabungan Polda Metro Jaya telah membentuk tim khusus OTT money poltik,” jelasnya Iriawan.

“Dimohon jangan ada yang melakukan money politik atau politik uang. Bila ada yang melakukan, maka baik pemberi, penerima, atau yang menyuruh untuk melakukan dapat diproses secara hukum,” lanjutnya.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Teddy Lhaksmana juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari nanti. Pihaknya siap membantu polisi untuk pengamanan dan pelaksanaan Pilkada DKI.

“Kodam jaya siap membantu Polda Metro Jaya dalam penanganan pemilukada, dengan memberikan bantuan kekuatan pasukan berapa pun yang dibutuhkan,” tegas Teddy.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top