Pro

KPK Minta Tunda Sidang Praperadilan Patrice, Maqdir Gimana ?

PatriceKonspirasinews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta sidang perdana praperadilan yang diajukan oleh bekas Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella untuk ditunda.

Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati beralasan pihaknya membutuhkan waktu lebih banyak untuk mempersiapkan sejumlah dokumen. KPK juga meminta waktu lebih demi menyiapkan argumen untuk menjawab gugatan pemohon.

“Perlu waktu untuk persiapan surat-surat, dokumen, dan administrasi kelengkapan lainnya,” ungkap Yuyuk, Jumat (30/10/2015).

Lebih lanjut, Yuyuk menuturkan surat permintaan penundaan itu telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015) kemarin.

“KPK kemarin mengirimkan surat ke PN Jaksel untuk minta penundaan,” tandasnya.

Diketahui, sidang perdana praperadilan Patrice yang dipimpin hakim tunggal I Ketut Tirta itu beragendakan mendengarkan permohonan gugatan Patrice. Pengacara Patrice Maqdir Ismail mengaku telah mempersiapkan materi dan argumen untuk melawan KPK. Maqdir menilai bahwa KPK tidak berwenang melakukan penyidikan terhadap kliennya.

Menurut Maqdir, KPK tidak berwenang menjerat Rio sebagai tersangka karena nilai kerugian negara tidak mencapai Rp 1 miliar. Selain itu, ia menganggap proses penetapan Rio sebagai tersangka tidak memenuhi ketentuan dalam undang-undang. Ia juga menganggap penetapan tersangka tersebut merugikan kliennya karena informasinya telah bocor sebelum diumumkan KPK.

“Pemberitahuan secara resmi sebagai tersangka hari Kamis (22/10), tapi sudah beredar di medsos, dikatakan sejak hari Selasa atau Rabu, Rio sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Maqdir.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top