Pro

Mantan Ketua MK: KPK Harus Diawasi, Besar Pasak daripada Tiang

KPKKonspirasinews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menilai pasal dalam UU korupsi saat ini seperti keranjang sampah. Artinya, kata dia, karena kesalahan administrasi, sesorang bisa dijerat KPK.

“Kata-kata (dapat merugikan keuangan negara) bisa menjaring semuanya,” kata Hamdan, Jumat (30/10/2015).

Dikatakan Hamdan, ada fakta yang mencengangkan, terkait dengan tersangka korupsi di Indonesia diantaranya adalah 44 anggota DPR, 14 Gubernur aktif, 43 Bupati/Walikota, 7 Menteri dan seorang lembaga tinggi negara.

“Ini hanya di Indonesia. Saya yakin ada orang baik dan jujur yang dipenjara. Lalu artinya apa? Artinya ada persoalan sistem yang salah, sistem yang kacau. Sehingga terpaksa mereka harus masuk penjara,” kata dia.

Maka itu, Hamdan meminta agar UU KPK disempurnakan. Misalnya terkait dengan pengawasan. Artinya KPK juga harus bisa diawasi. Hal lain yang juga tak kalah penting, jangan sampai upaya pemberantasan korupsi membuat ekonomi stagnan karena pejabat takut membuat kebijakan yang berujung pada penyerapan anggaran yang rendah.

“Ini juga uang negara yang dikembalikan sangat kecil dibanding dengan anggaran untuk KPK. Besar pasak daripada tiang,” tuturnya.

Selain itu, Hamdan mengingatkan agar posisi, fungsi dan tugas penegak hukum untuk disempurnakan. Keberadaan KPK pun perlu disempurnakan.

“Perlu ada pembagian kewenangan yang tegas antara pemberantasan korupsi di KPK, Kejaksaan dan kepolisan. Memang kalau ada satu kasus yang ditangani tiga lembaga ini, KPK bisa mengambil alih, kaitannya dengan supervisi,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top