Kazanah

Kapolres Jaktim Ajak Mahasiswa Merefresh Kembali Pancasila

Jakarta – Kapolres Metro Jaktim Kombes Andry Wibowo mengingatkan kepada mahasiswa untuk perlunya merefresh kembali situasi bangsa Indonesia yang sedang dihadapi bersama dan perlunya merefresh kembali bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa sebagai basic pemikiran untuk melihat bangsa Indonesia ke depan.

“Demokrasi yang dibangun oleh para pendahulu sekarang menjadi konflik dalam pergulatan politik yang sedang kita hadapi,” kata Andry.

Hal itu mengemuka saat diskusi publik bertema “Posisi dan Existensi Mahasiswa dalam Mengaktualisasikan Pancasila sebagai Roh Perjuangan” di Universitas Jayabaya, Kamis kemarin (23/3).

Ratusan perwakilan BEM dan senat yang berada di wilayah Jakarta Timur itu pun antusias mendengar pemaparan Andry. Diskusi tersebut digagas dan dimentori Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI Frans Freedy.

Lebih lanjut, Andry memastikan kepolisian netral dalam mengambil sikap dalam Pilkada DKI 2017 saat ini, namun ada hal yang perlu disoroti terkait permasalahan yang dinilai universal yakni agama mulai digunakan sebagai alat politik untuk kepentingan tertentu. Selain itu, kata dia, dampak dari maraknya praktek SARA ini dianggap sangat berbahaya dinegeri ini.

“Kita harus peduli terhadap gagasan besar bangsa kita yaitu NKRI yang berbeda dengan bangsa lain dengan menjaga stabilitas ideologi sehingga terjaga juga stabilitas keamanan, ekonomi dan lain-lainnya. Jangan sampai kita terpecah belah oleh karena kepentingan tertentu,” bebernya.

Dilanjutkan Andry, Pancasila adalah katalisator dari nilai-nilai yang hadir di Indonesia yang sesuai dengan kebudayaan bangsa dan dapat menangkal nilai serta budaya barat yang diviralkan untuk mempengaruhi mindset masyarakat.

Pancasila menjadi benteng utama dari serangan global, termasuk masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

“Maka dari tanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat yang dimulai dari diri sendiri,” kata Andry.

Andry pun menyesalkan kondisi masyarakat saat ini yang mudah terhasut kemudian terjebak dalam kepentingan-kepentingan politis, yang berakibat retaknya kerukuran dan menurunnya rasa empati terhadap perbedaan.

“Kita seperti sedang kehilangan ruh saat ini. Masyarakat dengan mudah terpecah karena keyakinan dan tunduk kepada pilihan politik. Mereka lupa bahwa Indonesia sejak awal sudah ditakdirkan memiliki masyarakat yang heterogen,” katanya.

Dalam hawa politik Jakarta yang memanas, saat ini, terkait proses pilkada, Andry meminta masyarakat untuk saling menjaga diri. Dia mengingatkan dan aktif dalam meredakan situasi politik yang memanas tersebut.

Ia berpesan agar masyarakat tidak menjadikan politik sebagai sebuah dogma, namun masyarakat harus berpandangan lebih luas dan memahami pentingnya persatuan dalam keberagaman. 

“Dalam ranah sosial dialektika antar-masyarakat dan budaya memang ada dan terkadang menimbulkan letupan-letupan yang tidak diinginkan. Maka dari itu, dia mengajak kepada mahasiswa untuk kembali ke Pancasila.

“Marilah kembali ke Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila sudah sangat pas dengan kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen dan multikultur,” imbuh polisi penyandang gelar doktor ini.

Sementara itu, lanjut Andry, konsep utama dalam Pancasila adalah berketuhanan yang harus dipedomani sehingga tetap terjaga iman dalam perbedaan sebagai anugerah wujud nyata ciptaan Tuhan. Hidup ini adalah transformasi / perubahan fikiran sesuai karya Gustafel Lebong itu yang dirinya terapkan karena sumber dari perubahan adalah pikiran dan Pancasila adalah penyempurna dari segala perbedaan dan perubahan dalam kontek kehidupan berbangsa dan berperadapan.

“Ancaman Pancasila diantaranya komunis, fundamental radikalisme ekstrim dan liberalisme dan lain-lain. Terakhir saya titip Jakarta Timur kepada kita semua khususnya Mahasiswa, sanggup ?

Badan Eksekutif Mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut pun serentak kebulatan tekadnya dengan menjawab lantang pertanyaan Kapolres Jaktim tersebut. “Sanggup,” teriak mahasiswa.

Turut hadir juga Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Universitas, Sekolah Tinggi dan Akademi-Akademi Univ Jayabaya Hendra Dinata, SH, MH.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top