Kazanah

Seruan Orasi Pilih Gubernur Muslim, Aksi 313 Jelas Sarat Muatan Politis

Jakarta – Jamaah Pengajian Pendukung Ahok Djarot (Jampe2aja) menyoroti fenomena aksi bertajuk 313 yang digagas Forum Umat Islam (FUI), Jumat kemarin.

Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum) Gus Sholeh Mz menilai kemasan demo 313 sudah terang benderang memperlihatkan kepada masyarakat bahwa aksi itu sarat muatan politis.

Sebab, diawal bilangnya aksi bela agama, bela ulama tetapi orasi dan yel-yelnya mendukung dan menyerukan pilih Gubernur muslim yang notabene hanya paslon nomor urut 3 yang beragama muslim di Pilkada DKI.

“Berarti kan jelas aksi ini arahnya bukan penegakan hukum Basuki, tapi jelas ke arah politik. Seruannya kan jelas pilih Gubernur muslim di DKI, masyarakat harus bisa sadar penggiringan opininya mereka,” tegas Gus Sholeh saat pengajian blusukan di Matraman Jakarta Timur, Sabtu (1/4).

Lebih lanjut, Gus Sholeh meminta Bawaslu bisa bertindak tegas kepada kegiatan politik yang dibungkus demo 313 ini. Fenomena keterlibatan anak kecil didalam aksi 313 kemarin juga menjadi perhatian tersendiri bagi Jampe2aja.

“Bayangkan anak-anak kecil ikut dilibatkan dalam aksi itu, kalau alasannya pembelajaran agama diusia dini terus orasi nya isinya menghasut, caci maki, apa tidak kecuci otak. Bahaya sekali dampaknya jika nanti besar tidak menerima perbedaan. Bawaslu harusnya menyeprit paslon 3, bila perlu diskualifikasi saja,” jelasnya.

Selain itu, Gus Sholeh mengingatkan kepada umat Islam khususnya Nahdliyin untuk lebih berhati-hati dengan gerakan yang seolah-olah berjuang untuk bela agama, bela ulama tetapi punya agenda mendirikan khilafah.

‘Kalau bela ulama, kenapa ada ulama beda pendapat kok dicaci maki, apa itu cara-cara Islam ? Kalau bela agama, kok maunya kekerasan, apa itu yang di ajarkan agama?,” terang Gus Sholeh.

Gus Sholeh memandang bahwa cara-cara mencaci maki ulama yang berbeda pendapat dan kekerasan terhadap orang yang tidak sepaham hanya dilakukan oleh ISIS. Di tayangan Youtube, ISIS mengeksekusi orang itu atas nama agama mulai dengan memenggal kepala orang, membakar hidup-hidup orang, menggantung, merajam dan memperkosa.

“Apa ini cara-cara menegakkan agama?,” tuturnya.

Lebih jauh, Gus Sholeh mengatakan fenomena ini menjadi berbahaya. Dia juga melihat bahwa paslon nomor 3 ini lemah, hanya demi kekuasaan agar didukung saja, mengakomodir kelompok radikal. Paslon 3 tidak sadar, nantinya akan dimakan sendiri oleh kelompok ini.

“Kenapa mereka memusuhi paslon nomor 2? Karena hanya paslon ini yang tidak mau kompromi dengan gerakan radikal. Kasihan rakyat. Kalau salah pilih, bisa suram wajah negara ini. Majelis taklim se DKI bisa rapatkan barisan, laporkan kejadian-kejadian intimidasi dan kecurangan ke Satgas Anti Intimidasi,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top