Kontra

Jari 98: Mari Saling Menghormati Siapapun Pemenangnya

Jakarta – Kabidkum Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) Ria Kusmawati mengapresiasi pengamanan putaran 2 Pilkada DKI 2017 oleh TNI / Polri. Menurutnya, berdasarkan hasil investigasinya di lapangan sekitar 157 ribu personel telah diterjunkan untuk mengantisipasi kerawanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Masyarakat Jakarta mengucapkan terima kasihnya kepada jajaran TNI/Polri yang sudah melakukan langkah preventif jelang pencoblosan Pilkada DKI yang suhu nya semakin memanas,” tegas Ria, saat ditemui di Kantornya, Selasa (18/4).

Menurut dia, langkah tersebut layak diapresiasi untuk mengantisipasi aksi Tamasya Al Maidah yang telah memobilisasi massa daerah dengan melibatkan diri dalam pengawasan pencoblosan saat Pilkada DKI. Sebab dia mengaku khawatir jika nantinya ada teroris yang menyusup untuk memanfaatkan momentum Pilgub DKI kali ini.

“Ini yang harus di khawatirkan bersama, jangan sampai ada penyusup masuk melakukan adu domba sesama putra bangsa. TNI/Polri harus waspada dan warga DKI bersama-sama ikut menjaga kampung di wilayahnya masing-masing dari kelompok radikal. Sebab, mereka bukan timses, parpol juga bukan, lantas mereka ini siapa kalau tidak menyusup di acara Tamasya Al Maidah,” terang dia.

Dia pun berpesan agar bersama-sama menghormati siapapun pemenangnya di Pilkada DKI nanti baik paslon 2 maupun paslon 3. Sebab pemenangnya adalah putra terbaik bangsa Indonesia.

“Mari saling hormati, siapapun pemenangnya. Pemenangnya adalah putra terbaik bangsa Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, masing-masing paslon 2 dan 3 sama-sama didukung oleh umat Islam, jadi dia menghimbau agar tidak mau saling dihasut dan dibenturkan sesama muslim, apalagi sesama warga Negara Indonesia. “Kita adalah bersaudara dan mari merawat Bhinneka Tunggal Ika. Jangan mau dipecah belah dengan isu China vs Arab, atau Komunis vs Syariah. Isu ini sengaja digoreng oleh negara Internasional untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” bebernya.

Dibalik fenomena itu, dia mengingatkan bahwa musuh sesungguhnya adalah asing yang memanfaatkan suasana tersebut dengan sengaja ingin menguasai Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia seperti Newmont, Exxont Mobile dan Freeport. Langkah tegas serta kebijakan Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Menkopolhukam dan Kepala BIN beserta jajaran adalah menjaga kedaulatan Pancasila dan NKRI.

“Itupun harus kita hargai dan apresiasi. Masyarakat Jakarta tidak perlu takut di intimadasi, hak pencoblosan dibilik suara adalah bersifat Langsung Umum Bebas Rahasia (LUBER). Silahkan coblos sesuai dengan nuraninya masing-masing, Jakarta hebat dan masyarakatnya kuat dalam menjalin persatuan dan kesatuan,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top