Kazanah

Polisi Diminta Selidiki Maksud Tujuan Revolusi Putih Rizieq Shihab

Jakarta – Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) kembali mempertanyakan revolusi putih yang digembar-gemborkan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang saat ini masih di Arab Saudi.

Ketua Presidium Kamerad Haris Pertama menilai sepak terjang Rizieq yang hingga kini belum menampakkan batang hidungnya ditanah air penuh dengan spekulasi yang beraneka ragam.

“Lihat saja, mulai dari pernyataannya mencari sensasi pantang pulang sebelum Jokowi tumbang dan sekarang ancaman revolusi putih. Ini macam-macam saja spekulasinya, kok lama-lama bidikannya ke arah Presiden Jokowi saja,” tegas Haris, hari ini.

Lebih lanjut, Haris memandang tingkah Rizieq makin kesini diluar kewajaran, bukannya sebagai tokoh agama bisa memberikan contoh teladan bagi umatnya justru malah membuat gaduh di dalam negeri meskipun Rizieq berada di luar negeri. Haris menekankan agar Rizieq bisa menjelaskan apa maksud Revolusi putih dan pantang pulang sebelum Jokowi tumbang.

“Polisi harus bisa mengejar dengan menyelidiki maksud dan tujuannya Rizieq menyatakan hal itu. Pertama bilang nazar, terus nanti apa lagi alasannya. Selesaikan dulu perkara hukumnya, jangan malah lari dari kenyataan,” jelasnya.

Selain itu, Haris memastikan revolusi putih versi Rizieq diyakini tak akan mampu mempengaruhi perpolitikan di Indonesia secara signifikan, apalagi sampai menggulingkan pemerintahan yang sah. Dia menyakini pengaruh Rizieq Shihab hanya terbatas di internal FPI. Oleh karena itu, kata dia, pernyataan Rizieq tentang revolusi putih juga tak akan berkembang luas di masyarakat atau kelompok selain FPI.

“Masih ada organisasi lain yang lebih besar dan disegani seperti NU dan Muhammadiyah. Publik pun melihat revolusi putihnya mereka lebay. Janganlah suka tunjuk hidung orang lain, tapi tunjuk hidung sendiri saja,” bebernya.

Haris melanjutkan, sebagai warga negara yang baik harusnya mentaati proses hukum di Indonesia. Sebab, kata Haris, dimata hukum dan negara, Rizieq tetap adalah rakyat biasa.

“Janganlah melampaui batas, semua warga negara kedudukannya sama jangan menyalahi aturan main. Selama Rizieq tidak datang memenuhi panggilan kepolisian, seluruh raykat Indonesia bisa menganggap bahwa chat mesum itu adalah nyata dan benar! Kita semua pasti punya kesalahan, tapi bila kita berani jujur mengakui dan mempertanggung jawabkannya, niscaya akan jadi mulia,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top