Kontra

Ormas Pengusung Faham Anti Pancasila, Ora Usah Mekso

Jakarta – Ketua GP Ansor Yogyakarta, Muhammad Syaifudin mengatakan bahwa Pancasila adalah suatu dasar yang mutlak bagi bangsa dan negara Indonesia yang tidak mungkin bisa diubah lagi.

Ia menyayangkan adanya kelompok yang seperti tengah terus memaksakan kehendaknya, untuk mengubah konsensus final tersebut dengan ideologi lain, yang justru bertentangan.

“Hal tersebut terkait dengan dasar negara Pancasila yang saat ini banyak kelompok yang tidak menghendaki adanya dasar Pancasila, dan dengan sengaja dan terang-terangan memaksakan kehendak kepada masyarakat umum dan sengaja berniat untuk mengubah dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain, serta ingin mendirikan negara di dalam negara,” kata pria yang karib disapa Udin itu, Jumat (16/6).

Karena sifatnya yang sudah final, Udin pun menilai tidak ada satu orang atau kelompok pun yang bisa mengubah dasar negara itu. Bahkan ia juga sependapat dengan Menkopolhukam yang menyatakan, apapun ormasnya yang memiliki pemikiran tidak sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945, maka ormas tersebut tidak bisa tumbuh subur di Indonesia. Termasuk juga Udin menyebutkan ideologi Khilafah itu.

“Jelas pemerintah sudah menyampaikan stetmennya melalui Menkopolhukam, segala macam ormas yang menyampaikan, memberikan paham atau memiliki prinsip-prinsip bertolak belakang dengan ideologi bangsa Indonesia, harus dibubarkan,” tukasya.

Selain itu, Udin juga mengatakan bahwa faham yang bertolak belakang dengan Pancasila sudah pasti bertentangan dengan dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Pemaksaan terhadap paham yang jelas nyata bertentangan dengan Ideologi bangsa Indonesia, pihak PP Muhamadiyah dan PB Nahdatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta sudah sepakat secara final bahwa Pancasila sebagai dasar Negara RI.

“Keberadaan para ulama pendiri bangsa ini sepakat dan sejalan dengan bentuk majemuk final prodak Pancasila ¬†sebagai pemersatu NKRI dan kebhinekaan bangsa Indonesia,” tutur Udin.

“Hal tersebut juga jelas disampaikan tertuang dalam muktamar PP Muhamadiyah melahirkan kesepakatan, Pancasila Harga Mati sebagai dasar Negara dalam bukunya DAHRUL AHDI WAHSHADA dan juga dalam PB Nahdatul Ulama melalui KHUBBUL WATHON MINAL IMAN, dengan arti pendiri bangasa ini para ulama sejak zaman dahulu kala merumuskan bahwa perbedaan kemajemukan bangsa ini memberikan warna yang mencerminkan bangsa indonesia yang berbeda dari segala aspek akan tetapi dengan pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa dari perpecahan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Udin juga mengatakan bahwa saat ini sudah menjadi tugas seluruh elemen masyatakat, bahwa masyarakt Indonesia yang sudah terlanjur terkontaminasi akalnya dengan faham Khilafah tersebut, untuk bisa dirangkul dan disadarkan lagi.

“Memberikan pemahaman masyarakat supaya tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan faham yang menyesatkan umat Islam dan masyarakat pada umumnya, dengan cara seperti perkembangan teknologi saat ini,” tandasnya.

Selain itu pula, Udin juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak mudah terprovokasi dengan pemberitaan dan konten yang nilai validitas dan keakuratannya belum terkonfirmasi. Sehingga jika itu bisa dilakukan, penyebaran konten hoax juga tidak akan bisa semasif dewasa ini.

“Seiring kemajuan zaman saat ini jangan mudah percaya dengan pemberitaan yang belum tentu kebenarannya. Masyarkat harus cerdas dalam memilah dan memilih pemeberitaan agar supaya tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mengatasnamakan Agama Islam untuk memecah belah keutuhan bangsa,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top