Kontra

Doa Permohonan Keselamatan Nusa & Bangsa, ABG Gelar Adat Labuan Kebangsaan

Jogja – Aliansi Bela Garuda (ABG) mengginisisasi kegiatan Labuhan Kebangsaan sebagai bentuk peneguhan komitmen untuk setia pada Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945 di Pantai Parang Kusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (30/7).

Dalam keterangan pers nya, Ketua panitia Labuhan Kebangsaan Yoyock Suryo menjelaskan, bahwa kata “Labuhan” berasal dari bahasa Jawa, yaitu Labuh. Labuh memiliki arti sama dengan Larungan, yaitu membuang sesuatu ke dalam air yang mengalir ke laut, seperti laut pantai Parangkusumo. Jadi upacara labuhan adalah tradisi yang harus dilaksanakan untuk menjaga kelestarian alam.

“Dalam rangka permohonan keselamatan Nusa dan Bangsa, ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para leluhur yang selama ini telah menjaga agar tidak ada malapetaka, baik generasi sekarang maupun mendatang, maka Aliansi Bela Garuda (ABG) Yogyakarta menggelar upacara adat ritual berupa Gelar Budaya Labuhan Kebangsaan,” kata Yoyock.

Ia menjelaskan, gelaran labuhan merupakan acara ritual religi dan aksi guna ikut melestarikan upacara tradisi warisan leluhur rakyat Yogyakarta. Selain itu, kegiatan ini juga bisa bermanfaat sebagai wisata religi dan seni budaya untuk mendukung potensi alam Parangkusumo.

“Gelar Budaya Labuhan Kebangsaan oleh ABG ini bertajuk “Pisungsun Labuh Labet Kawula Prasetya Bangsa” yang berarti persembahan untuk meneguhkan Darma Bhakti dan Kesetiaan Kawula (Rakyat Yogyakarta) kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tukasnya.

Gelaran labuhan kebangsaan ini didukung oleh berbagai komunitas dan elemen yang tergabung dalam ABG, yakni Bamper (Banteng Manunggal Perjuangan), Merapi (Merawat Pancasila untuk Indononesia), Gassak (Gerakan Sigap Sosial dan Kemanusiaan), Joxzin Pro ABG, GP. Ansor Jogja, dan Gamis Abunawas (Gerakan Alumni & Mahasiswa ISI Yogya untuk Aksi Budaya Nusantara Waspada).

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Bregodo Pasembaja, Gerak Gelombang Merah Putih 70 meter, Atraksi Naga Liang Liong dan performance art Warto SongoDjie & Anter Dance.

Sementara prosesi acara ritual labuhan dimulai pada pukul 16.30 WIB di area pesanggrahan Cepuri Parangkusumo menuju tepi pantai Parangkusumo dengan melarung bermacam Uborampe dan simbol2 (kain berteks tulis) Ormas Anti Pancasila, Radikal, dan Intoleran.

Kegiatan doa keselamatan untuk NKRI ini mengambil materi ritual Kurban Pisungsun Sego Liwet, dan dipandu oleh spiritualis dan pegiat sosial masyarakat Ki Hari Cahya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top