Kontra

Alasan Pilih Sulut Jadi Daerah Pertama Deklarasi Garda NKRI

Manado – Pelaksanaan Deklarasi Garda NKRI di Sulawesi Utara berlangsung sukses. Acara yang digagas pasca Jambore nasional Nasional Mahasiswa Indonesia selama 7 hari dari tanggal 23 s/d 30 Juli 2017 yang berlangsung di Cipayung, Hotel Grand Mutiara, Puncak Bogor Jawa Barat itu telah melahirkan sebuah organisasi kepemudaan dengan sebutan “GARDA NKRI”.

Para pesertanya merupakan para penerus bangsa se Indonesia yang tersebar di 22 Provinsi dari 135 kampus terbaik. Sukses nya pelaksanaan deklarasi awal Garda NKRI tak lepas dari dukungan dan motivasi dari sang laeder yakni Haris Pertama selaku Ketua Umum.

Dalam sambutannya, Haris yang dikenal sebagai aktivis nasional ini membeberkan alasan memilih Sulut sebagai daerah pertama untuk Deklarasi. Sebab, kata dia, kondisi masyarakat dan kemajemukan di Sulut menjadi hal terpenting sekaligus dapat memberikan motivasi kepada rekan-rekan yang lain diluar Sulut yang akan melaksanakan Deklarasi Garda NKRI selanjutnya.

“Lahirnya Garda NKRI ini merupakan hasil kesepakatan bersama para mahasiswa dan pemuda Indonesia yang hadir di acara Jambore Nasional Mahasiswa di Cipayung, Bogor akhir bulan lalu. Kesepakatan bersama yakni menolak segala bentuk pemahaman radikalisme yang dinilai dapat merusak kebhinekaan dan Pancasila sehingga mendorong lahirnya Garda NKRI ini,” jelas Haris saat acara pembukaan Deklarasi Garda NKRI dengan diselingi dialog publik bertema “Merajut Keberagaman dari Utara Sulawesi” di Hotel Quality Manado, Selasa (29/8/2017).

Lebih lanjut, Haris mengakui Sulawesi Utara merupakan daerah yang paling tepat dilaksanakan nya deklarasi awal Garda NKRI karena kemajemukan warganya serta sikap toleransi tinggi yang patut dicontohi daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Dewan Pakar Garda NKRI Sulut, Herson Mayulu menegaskan sikap toleransi di Sulut tidak perlu diragukan lagi, semangat menghormati perbedaan, bahu-membahu serta saling melindungi satu sama lain tanpa pandang latar belakang membuat persatuan dan kesatuan didaerah Sulut patut menjadi contoh dan dicontohi.

“Pengalaman telah memberikan pelajaran yang cukup penting apa yang terjadi di negeri ini, upaya mengoyak-ngoyakkan persatuan dan kesatuan warga Sulut tidak lah mempan. Karena semboyan yang cukup kuat yakni Torang Samua Ciptaan Tuhan, memberikan energi tersendiri bagi kehidupan sosial warga Sulawesi Utara,” jelas Bupati Bolaang Mongondow Selatan ini.

Salah satu Rois Am Nahdlatul Ulama (NU) Bolsel ini menambahkan bahwasanya penghargaan serta kemajemukan di Sulut harus tetap dirawat dan di jaga bersama demi Indonesia yang lebih baik. Lanjutnya, semua sikap toleransi dalam bentuk apapun ada di Sulut.

“Tidak ada tempat di Sulut bagi orang-orang yang mencoba merusak kehidupan berbangsa dan bernegara terutama bagi yang mau mencoba-coba merusak 4 pilar kebangsaan yang kita miliki bersama,” tegas Ketua Dewan Masjid Sulut ini.

Ditempat yang sama, Gubernur Sulut, melalui Kaban Kesbangpol, Evans Steven Liow menyatakan semangat membela serta menjaga kedaulatan NKRI wajib bagi seluruh anak bangsa. Oleh karenanya, Evans berharap Garda NKRI harus menjadi barisan terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dari berbagai rongrongan dari pihak mana pun.

“Kita semua harus saling menjaga setiap jengkal tanah yang menjadi kedaulatan Indonesia,” ucap Evans Liow.

Evans Liow kembali berharap Garda NKRI mampu menjadi pelopor paling terdepan terhadap pihak-pihak yang mau merusak Pancasila dan kebhinekaan akhir-akhir ini.

Evans Liow menjelaskan bahwasanya pemerintah provinsi Sulut sangat mendukung dan mengapresiasi deklarasi Garda NKRI apalagi sebagian besar di isi oleh kalangan mahasiswa dari berbagai Universitas di Sulut. Menurutnya, mahasiswa hari ini diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan dan pemikiran baru yang sesungguhnya dapat merusak maindset mahasiswa itu sendiri. Seperti yang dilakukan oleh kelompok – kelompok yang mau merubah Pancasila hari ini dengan pola brain Wash (cuci otak) dikalangan Mahasiswa.

Untuk itu, dirinya menitipkan pesan kepada Garda NKRI agar mampu menjadi agen perubahan yang sangat protektif guna mengantisipasi gerakan-gerakan radikalisme yang sesungguhnya bisa merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Yohanis Asadoma selaku keynote speaker menyampaikan bahwa dibutuhkan semangat dan totalitas serta kerjasama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga NKRI ini.

“Semangat untuk menjaga NKRI merupakan tanggung jawab bersama, makanya dibutuhkan totalitas dan kerjasama yang baik dari semua elemen bangsa. Karena jika kita kuat, tentu tidak mudah kita pecah belahkan tapi sebaliknya jika kita lemah maka akan dengan sangat mudah kita di adu domba dan pada akhirnya terjadi perpecahan sesama anak bangsa,” pungkas Ketua Umum Pertina ini.

Hadir pula pada acara tersebut para mahasiswa yang tersebar dari 18 kampus se Sulut, ormas kepemudaan, ormas adat Minahasa lainnya, para tokoh masyarakat dan agama serta para civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Sulut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top