Kontra

Salah Alamat, Waspadai Demo Buruh Ditunggangi Elite

Jakarta – Ribuan buruh yang kerap berunjuk rasa menuntut upah di pemerintah pusat yakni DKI Jakarta mendapatkan berbagai keluhan dari berbagai pihak. Pasalnya, buruh yang berunjuk rasa dengan ribuan massa dari luar Jakarta itu yakni Bekasi, Tangerang, Banten, bahkan Jawa Barat berdampak pada kemacetan dan situasi tidak kondusif.

Gerakan Manusia Pancasila (Gempa) menilai aksi ribuan buruh menuntut upah itu adalah salah alamat jika dilakukan di pemerintah pusat. Herannya, kata Ketua Gempa Willy, massa itu pun dari luar Jakarta.

“Harusnya mereka demo di Pemprov nya masing-masing. Kalau tuntut upah wilayah ya disana, jangan ke Jakarta,” tegas Willy, Jumat (13/11/2015).

Lebih lanjut, Willy menuding gerakan buruh yang sengaja di lakukan di Pemerintah Pusat itu ada maksud terselubung didalamnya, alias ada muatan politisnya.

“Kenapa masuk ranah ke pusat tidak ke Pemprov nya yakni Jabar dan Banten. Jangan-jangan gerakan mereka itu tidak murni dan ada tarikan politiknya,” ungkap dia.

Ia pun berharap agar insan buruh yang ikut berunjuk rasa bisa sadar tidak terpengaruh pada gerakan elite buruhnya yang mempunyai kepentingan tertentu.

“Suarakan aspirasi memang hak semua orang dan di atur dalam UU, tapi jangan sampai kena getahnya sendiri. Apalagi di provokasi dengan melakukan tindakan anarkis,” jelasnya.

Buruh disemprot water canonSementara itu, ekonom senior Emil Salim suasana kemacetan yang berdampak di pemerintah pusat itu dianggap menjadi kurang nyaman. “Kita perlu suasana yang kondusif untuk pembangunan ini,” ujar dia.

Dikatakan mantan menteri lingkungan hidup, demo buruh tersebut justru membuat keadaan menjadi tidak kondusif. Padahal dengan keadaan ekonomi Indonesia saat ini dibutuhkan suasana kondusif, agar perekonomian Indonesia bisa terdongkrak.

“Kita nih satu front, pemerintah, masyarakat, swasta, satu front. Jadi saya lebih cenderung jangan demonstrasi. Keadaan memang sulit, jadi jangan menambah kesulitan,” katanya.

Dengan menggelar demo menurut Emil masalah tersebut tidak akan terpecahkan. Pemerintah, masyarakat, pengusaha dan semua elemen, menurutnya harus lah bersatu.

“Semua harus sama-sama mengencangkan ikat pinggang dan bahu membahu mendongkrak perekonomian Indonesia,” imbuhnya.

Keluhan lainnya tak lain dari warga, yang merasa panik saat mengantarkan istrinya hendak melahirkan menuju rumah sakit. Namun, warga Bekasi Heru (40) disaat perjalanannya ia harus terjebak macet akibat demo ribuan buruh.

“Saya panik melihat kondisi istri yang terjebak macet akibat demo ribuan buruh itu. Saya minta agar demonstran buruh itu terketuk hatinya, jangan buat kemacetan dimana-mana. Andaikan mereka diposisi seperti saya bagaimana, coba rasakan,” tukas Heru.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top