Kontra

Buruh Mogok Karena Kurang Sejahtera, Tapi yang Kaya Raya Bos Serikat

Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung aksi mogok kerja buruh yang damai dan tertib, namun jangan mengganggu proses produksi. Sebab, kalau sampai terganggu yang rugi buruh juga.

buruh dan pemerintah“Himpi mendukung aksi mogok tapi harus dengan damai dan tertib. Buruh yang tidak sedang shift atau lagi break, silakan saja. Tapi jangan ajak yang sedang kerja, apalagi memaksa. Jangan memaksa buruh yang tidak mau ikut aksi,” tegas Kepala Media Relation Badan Pengurus Pusat Hipmi Rizal Calvary, Selasa (24/11/2015).

Lebih lanjut, Rizal mengingatkan agar buruh tetap menghormati pengguna jalan yang lain dan tidak sampai mengganggu ketertiban umum. Kata Rizal, buruh jangan mau diperalat sebagai alat politik para petinggi serikatnya.

“Hindari aksi mogok yang nuansa politisnya tinggi. Para petinggi serikat buruh sekarang banyak yang masuk partai,” ujarnya.

Terkait adanya pemberian sanksi pada buruh, Rizal membeberkan bahwa sanksi itu bukan karena mogoknya tapi karena buruh memiliki kinerjanya buruk.

“Kalau buruh yang kerjanya demo dan mogok pasti kinerjanya jelek. Sering absen juga. Sekarang begini. Kalau buruh kerjanya mogok terus apa ga bangkrut perusahaan. Sederhananya begitu saja. Kalau merasa gajinya ga cocok ya dia keluar aja cari yang gajinya besar,” ungkap dia.

Lebih jauh, Rizal kurang berpendapat dengan reaksi penolakan buruh terhadap Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 Tahun 2015 soal Pengupahan. Kata Rizal, di PP Pengupahan itu sudah jelas tertulis ada kenaikkan secara berkala. Artinya ada kepastian kenaikkan upah. Sementara, kata dia, yang kerap menentang adalah segelintir organisasi buruh yang pimpinannya dekat dengan parpol.

“Yang menentang cuman segelintir organisasi buruh yang bos-bosnya dekat dengan parpol. Bos-bos Serikat buruh kaya raya lho. coba cek hartanya Said Iqbal. Cek rumahnya mewah,” ujar dia.

Sementara, lanjut Rizal, buruh yang harus menanggung dengan urunan membiayai organisasi buruh. Lantas, ia pun mempertanyakan apakah organisasi buruh pernah diaudit penggunaan dana sumbangan anggotanya.

“Apa organisasi buruh perna diaudit penggunaan dana sumbangan2 anggotanya?,” tuturnya.

Rizal mengapresiasi Presiden KSPI Said Iqbal yang mendapatkan jabatan di ILO tersebut. “Bagus juga dia di ILO biar dia belajar banyak bagaimana berdialog dan tren perburuhan dunia,” kata dia lagi.

Rizal kembali mengingatkan apabila para pengusaha selalu di pojokin oleh buruh yang dipimpin Said Iqbal, selanjutnya pengusaha tersebut tutup pabrik se Indonesia dan berdampak pada perekonomian. Lantas Iqbal apakah bertanggung jawab atas situasi tersebut.

“Ekonomi stuck, mati semua. Apa si Iqbal ini yang tanggung situasinya? Dia harus ingat pengusaha bisa kapan saja merelokasi pabriknya ke negara lain yang lebih tenang dan ada kepastian,” imbuhnya.

Wahai Buruh, Untuk Apa Mogok Nasional?

Sementara itu, Aktivis Badan Investigasi Independen Pemantau Kekayaan Pejabat dan Pengusaha (BIIPKPP) RI Maulana menilai maraknya aksi buruh ini bagian dari implikasi kebebasan yang muncul bersamaan dengan demokratisasi di Indonesia. Aksi protes sebagai ekspresi kebebasan berpendapat dan berserikat telah dijamin sebagai hak konstitusional warga negara dalam memperjuangkan kepentingannya.

Namun demikian, kata Maulana, eskalasi yang semakin masif tentu menimbulkan pertanyaan, soal kemungkinan ada kekuatan di luar kepentingan kaum buruh itu sendiri yang memanfaatkan situasi dan mencoba mengambil keuntungan.

“Kekhawatiran adanya kekuatan eksternal yang menjadi free rider dalam aksi protes buruh ini bukan tanpa alasan. Bisa saja besarnya potensi massa kaum buruh yang mencapai puluhan juta jiwa akan menjadi objek yang menarik bagi kepentingan politik tertentu,” ucap dia.

Begitupula, lanjut Maulana, dengan kemungkinan persaingan industri maupun pangsa pasar kerja (CAFTA, ASEAN Community-2015, dll) yang semakin terintegrasi secara global dapat menjadi faktor yang ikut mendorong kisruh persoalan perburuhan di Indonesia.

“Fenomena itu terlihat dari munculnya relokasi industri yang pasti berimplikasi pada pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun turunnya penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Dijelaskan dia, jika dibandingkan dengan sejumlah negara di Asia, besaran upah buruh di Indonesia sesungguhnya bukanlah yang terendah. Besarnya angkatan kerja tentu menjadi tantangan tersendiri bagi upaya peningkatan lapangan kerja, sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.

“Dalam konteks itulah maka investasi dan industrialisasi menjadi salah satu sarana penting untuk menciptakan lapangan kerja,” bebernya.

Ia menambahkan, persoalan perburuhan harus dilihat dalam perspektif yang komprehensif, baik pemerintah sebagai regulator dan mediator, maupun buruh dan pengusaha sebagai pelaku ekonomi. Semua pihak harus memahami hubungan saling ketergantungan dan berorientasi pada win-win solution sebagai titik temu.

“Memang, unjuk rasa, rally, pemogokan sah-sah saja dalam negara demokrasi. Namun, model seperti ini rawan untuk disusupi dan dibelokan oleh kelompok tertentu yang menunggangi aspirasi kaum buruh,” cetusnya.

Konon, sambung dia, dalam rangka memonitor pergerakan aksi unjuk rasa buruh, kesejahteraannya sebenarnya harus disyukuri. Beberapa buruh menggunakan sepeda motor Honda CBR berharga lebih dari Rp 34 juta, serta banyak lainnya memakai sepeda motor terbaru seperti Honda Tiger, Yamaha Vixion, dan Honda Vario PGM-FI.

“Karena itu, kaum buruh harus lebih bijak dan berhati-hati terhadap upaya provokasi dan tindakan yang dapat menjerumuskan kepentingan kaum buruh. Jangan sampai maksud meningkatkan kesejahteraan justru berujung pada PHK massal dan krisis ekonomi
akibat relokasi industri. Tentu kita tidak ingin mengulang terjadinya krisis pada tahun 1997/1998 atau Eropa yang kini didera krisis, tingkat pengangguran mengalami peningkatan tajam, diperkirakan 43 juta jiwa mengalami krisis makanan tiap hari, dan 120 juta jiwa menghadapi resiko kemiskinan,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top