Kontra

Fahri Tuding Amien Rais Cemen & Lebay

Jakarta – Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya (Presma Jayabaya) Fahri Salim menyayangkan dengan manuver dan ancaman Amien Rais saat dirinya akan diperiksa sebagai terlapor dugaan kasus penyebaran hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Pasalnya, Amien pun melakukan gertakannya dengan membongkar kasus dugaan korupsi.

“Kenapa disaat dia mau dijadikan saksi dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet, malah dia mau membongkar kasus korupsi. Jelang Pilpres ini makin aneh-aneh, kenapa disaat baru dijadikan saksi di kasus kriminal murni saja kok manuver. Ini gertak sambal atau ada unsur politisnya,” jelas Fahri, hari ini.

Lebih lanjut, Koordinator Silaturahmi BEM NUS itu menyebut ancaman Amien dengan membawa ratusan advokat dan massa alumni 212 terlalu lebay. Harusnya, kata dia, Amien menyampaikan bukti-bukti soal ketidakterlibatannya didalam kasus Ratna, bukan malah mengancam aparat penegak hukum.

“Saya kira ulah Bapak Reformasi ini sangatlah lebay, gak ngaruhlah meskipun boyong ratusan advokat dan massa ke Polda Metro Jaya,” jelas dia.

Fahri menyarankan agar apapun yang akan disampaikan Amien Rais bukanlah fakta hukum karena dia bukan jubir institusi penegakan hukum manapun di negeri ini. Kebenarannya justru tergantung opini pribadinya sendiri maupun pengikutnya saja.

“Kita dukung-dukung saja jika ada bukti akurat dan serahkan ke KPK, bukan malah jadi manuver disaat kasus Ratna terbongkar. Hati-hati blunder, malah jadi hoaks lagi nanti,” tuturnya.

Dia pun kecewa dengan upaya Amien yang membawa rombongan ke Polda Metro Jaya saat dirinya nanti akan memenuhi panggilan kedua.

“Kenapa bikin susah orang, diperiksa sebagai saksi aja ngerepotin. Kalo ngga salah kenapa harus bawa rombongan? Kalo ngga takut kenapa harus banyakan? Pengawalan aksi ini jadi tradisi buruk di Republik ini,” sindir dia.

“Kenapa Amien Rais n the genk cemen, gak gentlemen, tidak pernah berani hadapi sendiri. Apa karena syarat berani itu harus benar dulu dan mereka sadar kalo mereka tidak,” kata dia lagi.

Lebih jauh, Fahri menuding isu Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang digoyang oleh artikel IndonesiaLeaks soal buku merah itu adalah sebagai wujud upaya adu domba antara lembaga negara yakni KPK dan Polri.

“Simple sebenarnya, kenapa masalah lama yang sudah diclear di Pengadilan itu dibuka lagi disaat Polri membongkar rentetan kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Jangan-jangan ada yang ketakutan sehingga mau mengadu domba KPK dan Polri, apa gak ada kerjaan lain kok bisanya adu domba,” tukasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top
%d blogger menyukai ini: