Kontra

Mahasiswa Kembali Serukan Tolak Deponering Kasus BW

Demo KejagungJakarta – Desakan dan seruan agar Kejaksaan Agung untuk tidak memberikan Deponering terhadap kasus Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bambang Widjojanto (BW) terus mengalir.

Kali ini dukungan itu datang dari ratusan mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum yang berunjuk rasa di depan Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2015).

Mereka juga menyarankan agar BW untuk melakukan langkah upaya hukum praperadilan jika tidak merasa puas dan tidak membentuk opini publik yang menyesatkan ke masyarakat.

“Ada sejumlah pihak yang menginginkan agar perkara Bambang Widjojanto (BW) dibekukan (deponering) ini patut untuk ditentang. Karena kalau hal ini dilakukan, merupakan pelecehan terhadap institusi penegak hukum yang sudah bekerja keras melakukan penegakan hukum. Padahal penyidikan kasus tersebut sudah selesai dan dinyatakan Lengkap (P-21),” demikian disampaikan Koordinator aksi Andriyansyah.

Nampak para mahasiswa memblokir jalanan di depan Kejagung dan sempat membakar ban bekas dan membawa keranda mayat sebagai simbol matinya hukum di Indonesia serta menggantung bangkai ayam di gerbang Kejagung.

Selain itu, mereka berharap agar Presiden Joko Widodo tidak mencampuri kewenangan dari Kejaksaan Agung. Dan menurut Andriansyah, jika Presiden Jokowi membekukan perkara (deponering) BW, maka Presiden Jokowi bukan hanya melecehkan institusi penegak hukum, tetapi juga akan menimbulkan kegaduhan politik yang berdampak buruk pada perkembangan ekonomi nasional, sehingga institusi penegak hukum akan dipandang lemah oleh masyarakat.

“Deponering berarti pembekuan perkara, artinya suatu kasus dihentikan atau ditutup selamanya meski ada pergantian rezim. Penghentian perkara BW merupakan sebagai sebuah intervensi hukum oleh Presiden. Yang mesti kita kedepankan saat ini adalah penegakan hukum yang semestinya didukung sepenuhnya oleh Presiden dan institusi hukum, sehingga masyarakat dapat menilai hukum sudah tegak di NKRI,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Hubungan Antar-Lembaga Non Pemerintah (Hubaga) Kejagung RI Firmansyah, SH memastikan bahwa berkas perkara itu sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan proses saat ini sudah sampai pembuatan Surat Dakwaan dan tidak ada yang namanya deponering dalam kasus BW.

“Kami meminta demonstran memahami dan mengerti proses hukum dan tidak mempercayai isu yang berkembang soal deponering,” tukasnya saat menerima perwakilan mahasiswa.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top