Pro

Buruh Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik Dong

buruh bawa ninjaJakarta – Kritikan terhadap gerakan turun ke jalan oleh elemen buruh yang saat ini menuntut Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan terus mengalir.

Dari kritikan buruh yang kerap demo bikin kemacetan, bikin jengkel masyarakat, ada kepentingan politik, kepentingan asing, bahkan para elit buruh dituding hanya memanfaatkan anggotanya untuk mencari posisi jabatan strategis. Hingga kritikan pedas yang dianggap kurang bersyukur dengan upah yang didapat.

Kali ini kritik ini muncul dari akun facebook an. Devy Meilia yang terus mendapat komentar pedas dari para buruh karena dinilai tidak sejalan sesuai aspirasi perjuangan buruh itu sendiri.

Alhasil, uneg-uneg yang dituangkan oleh Devi ini pun sontak menjadi heboh. Mau tahu apa yang disampaikan Devy yang mengkritisi tingkah buruh. Pasalnya, buruh rencana akan berunjuk rasa kembali dengan jumlah ribuan massa pada 8 Desember di Gedung DPR RI menuntut dibentuk pansus upah dan 10 Desember di Istana Negara dan MA menyerahkan Judicial Reveiw (JR) PP Pengupahan.

Berikut uneg-uneg Devi yang berhasil dikumpulkan yaitu :
Gak ada habisnya buruh di Indonesia berdemo demi kenaikan gaji..
Masih kurang kah gaji kalian ??
Lalu bagaimana dengan kami ? Kami rata-rata dibayar dengan upah yang lebih rendah dari kalian.. Saya rasa bukan gaji kalian yang kurang.. Tapi gaya hidup kalian yang mesti dikoreksi lagi.
Saya sering berpapasan dengan banyak buruh pabrik. Saya jalan kaki, sedangkan mereka berkendaraan minimal motor.
Dan saya sering, lihat mereka para buruh menggenggam hp yang harganya sudah buka 1-2 juta lagi. Lebih dari itu, bahkan bukan cuma 1 hp, tapi 2.
Lama kelamaan, para pengusaha, investor asing enggan membuat usaha disini.. Dan akhirnya, kalian kehilangan pekerjaan. Apa itu yang kalian mau ?
Nanti, setelah kalian kehilangan pekerjaan, kalian mulai akan protes pada pemerintah, bicara bahwa pemerintah tidak becus memperhatikan rakyatnya.. Padahal kembali lagi, semua itu efek dari ulah kalian.
Saya harap ada buruh yang mengomentari tulisan ini. Saya harap mereka akan bertanya kepada saya, berapa gaji saja, teman-teman saya yg berprofesi sebagai BIDAN, PERAWAT, DOKTER, GURU dan banyak profesi lain.
Apa kalian juga mau, kami berdemo kenaikan gaji kami ??? Yang akan berdampak pada semakin mahalnya pengobatan dan biaya persalinan?”

Sementara itu Presedium Komunitas Masyarakat Pecinta-Kedamaian Indonesia Hakiki (KMP-KIH) Fadly Zein justru memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan kelompok buruh, yang notabene mempunyai basis massa yang cukup besar. Fadly menjelaskan ada berbagai cara sejumlah pihak memanfaatkan buruh untuk kepentingannya.

Fadly mulai mensinyalir mulai dari pihak yang memanfaatkan buruh dari kepentingan politik, bargaining mencari posisi jabatan maupun yang lebih berbahaya adalah kepentingan asing.

“Buruh agar waspadai penunggang gelap itu. Jangan mau kalian dimanfaatkan oleh orang-orang yang mencoba curi-curi momentum dan sok bela-belain seperti LBH Jakarta,” ungkap Fadly.

Fadly pun meminta agar buruh tidak ikut terbawa arus politik dan fokus pada kesejahteraan, meskipun dulu buruh terpecah memberikan dukungan pada pasangan capres baik Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta. Sementara buruh yang merasa masih mengidolakan sosok capres nya yang kalah bertarung agar tidak terbawa arus dan terus-terusan mengkritik pemerintahan.

“Buruh agar kembali pada track nya. Jangan terbawa pada suasana politik apalagi sampai-sampai dimanfaatkan parpol untuk menekan pemerintahan. Buruh harus waspadai konspirasi politik itu dan lagi-lagi buruh harus cerdas mencermati situasi,” bebernya.

Tak hanya itu, Fadly menghimbau agar tetap mencintai negaranya dan bersama-sama menumbuhkan sikap nasionalisme nya. Ia meminta agar tidak mengadaikan harga dirinya itu kepada pihak asing.

“Kita harus tetap cinta NKRI. Jangan beri panggung pada asing dan menginjak-injak bangsa sendiri dengan misi terselubung yang sengaja menyusup ke serikat-serikat buruh,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan pemberlakuan Asean Economic Community (AEC), hanya tinggal menghitung hari. Maka itu seharusnya para pengurus serikat pekerja sudah harus berpikir ke depan. Bagaimana agar kompetensi, produktivitas dan daya saing pekerja Indonesia semakin meningkat dan siap berkompetisi dengan tenaga kerja dari sembilan Negara Asean lain yang akan masuk ke Indonesia.

“Kami sangat khawatir kalau serikat pekerja kita masih dengan cara demo memerjuangkan aspirasinya, akan kalah bersaing dengan pekerja dari negara tetangga. Akhirnya pekerja Indonesia hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri,” ujar Sarman.

Lebih lanjut, Sarman berharap Indonesia bisa menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan dapat berkompetisi lebih baik dengan masuknya para pekerja dari Filiphina, Thailand, Kamboja, Myanmar, dll.

“Mari berpikir jernih dengan melihat kepentingan bersama antara pengusaha dan pekerja. Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, menurut hemat kami sudah sangat adil untuk kepentingan bersama,” ujar Marwan.

Ia mengatakan demikian, karena dalam aturan tersebut ada kepastian bagi dunia usaha dan kepastian kenaikan upah minimum provinsi (UMP) setiap tahun bagi pekerja. Apalagi UMP adalah jaring pengaman sosial sebagai standar orang yang baru pertama kali kerja, nol pengalaman dan masih bujangan.

“Seharusnya yang demo itu yang masih pengangguran alias belum bekerja. Karena UMP ini berlaku untuk mereka, bukan yang sudah¬†bekerja,” tukas Sarman.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top