Pro

Buruh Jangan Mau Diajak Sengsara Panas-Panasan, tapi Yang Kaya Pimpinannya

Said Iqbal Fadly ZonJakarta – Rencana permohonan audiensi oleh elemen buruh tergabung dalam Komite Aksi Upah-Gerakan Buruh Indonesia (KAU-GBI) yang dikomandoi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Ir. Said Iqbal kepada Ketua Komisi IX dan Wakil Ketua perihal agar dibentuk pansus upah mendapatkan kritikan sejumlah pihak yakni Anggota Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Nur Chozin.

Nur mempertanyakan kehadiran Said Iqbal ke Komisi IX tersebut apakah dalam rangka audiensi ataukah ada faktor lain ikut-ikut meramaikan politik nasional.

“Ada apa Said Iqbal ini minta-minta audiensi ke Komisi IX DPR RI, apakah ikut meramaikan politik nasional kah,” ujar Nur, Sabtu (5/12/2015).

Untuk diketahui, rencana perwakilan buruh KAU-GBI akan diterima diruang rapat Komisi IX DPR RI Gedung Nusantara I Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Mereka menuntut agar dibentuk panitia khusus upah (Pansus Upah) dan tetap mendesak segera mencabut PP No. 78/2015 tentang pengupahan.

Nur juga menyebut jika dugaan lobby-lobby dengan partai politik itu benar terjadi, maka bisa berdampak buruk pada buruh itu sendiri. Nur tidak menginginkan agar buruh tidak terbawa arus politik saat ini.

“Kasian buruh terus-terusan jadi alat politik elitnya. Apalagi ini main-main dengan DPR,” bebernya.

Selain itu, Nur juga menengarai pihak-pihak yang kerap membela buruh seperti halnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mempunyai motiv terselubung.

“Massa buruh itu lahan basah. Jadi siapapun yang bisa kendalikan buruh itu bisa dijadikan apa saja. Dan lagi-lagi buruh tetap hati-hati pada pihak-pihak yang ingin cari panggung politik,” jelasnya.

Sementara itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) akan menyalahkan Presiden buruh Said Iqbal jika perusahaaan/pabrik tutup akibat buruh kerap diajak berdemo terus menerus.

“Buruh bisa menanggung dampaknya sendiri jika perusahaannya tutup dan sering merugi. Atau Said Iqbal saja suruh bikin pabrik sendiri sehingga bisa atur seenaknya perusahaan dia,” kata Kepala Media Relation Badan Pengurus Pusat Hipmi Rizal Calvary.

Rizal juga tetap menghimbau kepada buruh jika terus-terusan berdemo bisa menghormati pengguna jalan yang lain dan tidak sampai mengganggu ketertiban umum. Kata Rizal, buruh jangan mau diperalat sebagai alat politik
para petinggi serikatnya.

“Hindari demo-demo yang ada nuansa politisnya tinggi. Para petinggi serikat buruh sekarang banyak yang masuk partai. Buruh jangan diajak panas-panasan, sementara bos-bos serikat buruh kaya raya. Coba cek hartanya Said Iqbal. Katanya rumahnya mewah lho,” tukas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top