Kontra

Demo Buruh Kental Diprovokatori Pihak Ketiga

Buruh blokir jalan tol

Buruh blokir jalan tol

Jakarta – Tak henti-hentinya gerakan buruh saat ini kembali dikritisi oleh beberapa kalangan. Pasalnya, ribuan buruh tergabung dalam Komite Aksi Upah – Gerakan Buruh Indonesia (KAU-GBI) hari ini kembali turun gunung mengepung Gedung DPR RI dan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam aksinya mereka menuntut agar DPR segera membentuk pansus upah dan mendesak KPK untuk mengusut tuntas skandal papa minta saham Freeport.

Aktivis Aliansi Masyarakat Indonesia Hebat (Almisbat) Eddy Wibisana pun justru mengendus demo buruh kali ini kental ditunggangi pihak ketiga. Mantan aktivis mahasiswa era 80 yang juga relawan pendukung Jokowi ini menduga ada aktor intelektual dibalik gerakan aksi massa buruh akan digelar hari ini.

“Kalau pun yang jadi tuntutan soal Freeport, itu bukan ranah serikat pekerja. Dan, lazimnya buruh menuntut upah layak dan hak-hak buruh,” beber Eddy, Selasa (8/12/2015).

Eddy pun mengaku heran kenapa aksi buruh jadi ikut campur persoalan politik terkait skandal jatah saham PT. Freeport yang menjerat Ketua DPR RI Setya Novanto.

“Saya kira sangat tidak ada relevansi bila ada gerakan buruh berkaitan dengan kondisi jatah-jatah saham Freeport,” kata dia.

Lebih lanjut ia menambahkan, yang menjadi domain serikat pekerja itu adalah jika tuntutannya berkaitan dengan Upah Minimum
Pekerja (UMP) atau hak pekerja.

“Jika kaitannya dengan soal pemerintahan, saya kira itu sudah masuk ranah politis,” ucap Eddy.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Peduli Jakarta, Anda Aprili, secara gamblang ia menyebut gerakan buruh diboncengi kepentingan politik.

“Saya mencium ada mesin politik yang ikut campur memanas-manasi suasana. Apa kaitannya bagi-bagi saham Freeport dengan buruh?,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar buruh tidak terseret oleh pusaran politik. Ia menyarankan jika ingin bermain politik, maka keluar dari organisasi buruh.

“Keluar dari organisasi buruh dulu, baru masuk jadi wakil rakyat. Buruh jangan mau dijadikan tunggangan politik,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu guru honorer di DKI Jakarta ikut mengeluhkan demo buruh yang kerap menuntut upah layak dan cenderung tidak bersyukur apa yang diperoleh saat ini.

Guru honorer yang mengandalkan uang sertifikasi per bulannya kerap tertunda hingga berbulan-bulan padahal urusan makan dan urusan lain bukanlah hal yang dapat ditunda.

Dari investigasi dilapangan, gaji guru honorer di Jakarta amatlah miris jika dibanding gaji buruh yang sesuai UMR. Gaji guru honorer ada yang menerima 1 juta bahkan kurang.

“Buruh kenapa kalian tidak mensyukuri, bandingkan dengan nasib kami para guru honorer yang mengabdi untuk mencerdaskan generasi penerus,” tukas salah satu guru honorer yang tidak mau disebut namanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top