Pro

Dengan Revolusi Mental, Pekerja Indonesia Siap Menghadapo Persaingan MEA

Diskusi MEA 2Jakarta – Di tahun 2015 ini, Indonesia menghadapi beberapa momentum yang sangat kompetitif, baik dalam bidang ekonomi, maupun politik. Dalam bidang ekonomi dan industri, pada tahun 2015 Indonesia akan menghadapi era ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai konsekuensi dari berlakunya kesepakatan internasional.

Menurut Ketua Amalan Rakyat Frans Freedy, untuk menghadapi era MEA yang penuh dengan persaingan itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas harus disiapkan karena masih banyak industri padat karya yang kekurangan tenaga kompeten sehingga berpengaruh kepada produktivitasnya, apalagi pada industri yang menggunakan teknologi tinggi.

“Kaum pekerja harus meningkatkan skill atau kualitas dalam bekerja, ini perlu karena persoalan substansi hari ini bukan persoalan upah tetapi peningkatan SDM,” ujar Frans.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik bertema “Kesiapan Kaum Pekerja Dalam Menyambut MEA dan Peningkatan SDM Pekerja Yang Berkualitas Untuk Indonesia” yang diinisiasi Lingkar Mahasiswa dan Pemuda Jakarta (LIMA-PJ) di Soto Merah, Rawamangun Jakarta Timur, Selasa (8/12/2015).

Hadir juga narasumber lainnya, dalam diskusi yang dipandu aktivis GMKI Yulius Yohanes Carlo Wowo itu diantaranya Ketua IMEI (Ikatan Mahasiswa Ekonomi Indonesia) Dede Rusdiana, Presidium YMI Reza Malik, Ketua Amalan Rakyat Frans Fredy dan Ketua Komisariat HMI-UNJ Sultan Tanjung.

Menurut dia, kelas pekerja sudah tidak relevan lagi jika terus menerus membicarakan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Sebab dalam PP. Pengupahan itu sudah diatur soal kenaikan upah jika skill meningkat maka secara otomatis pasti upah juga akan naik menyesuaikan upah tersebut.

“Maka perlu sekali kedepan dalam menghadapi persaingan MEA para pekerja atau calon pekerja harus siap revolusi mental untuk bersaing dengan bangsa-bangsa asing,” kata dia.

Sementara itu, Presidium YMI Reza Malik menyebutkan bahwa momentum MEA sudah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia, dan berharap MEA ini bisa menjadi solusi bagi perekonomian bangsa kedepan. Pada prinsipnya, sebagai calon pekerja harus siap bersaing pekerja asing yang akan masuk ke Indonesia.

“Jangan menjadikan mereka musuh tetapi berkompetisilah dengan bijak. Kita mendukung MEA agar Indonesia bisa membuktikan diri dikawasan ASEAN,” tuturnya.

Reza menyakini bahwa Indonesia merupakan negara tangguh, dan pernah dijulukin macan asia dalam roda perekonomian bangsa. Dan Reza mengingatkan agar pemerintah terus didorong untuk membantu untuk menggiatkan terus balai latihan kerja guna membantu para tenaga kerja di Indonesia.

“Indonesia harus pede dong. Jangan jadi melempem lagi,” ucapnya.

Ditempat yang sama Ketua Komisariat HMI UIJ Sutan menyebutkan mahasiswa sebagai calon pekerja tentunya harus mengukur diri dari sekarang, jangan mau kalah dengan bangsa lain sebab sektor tenaga kerja membutuhkan skill terbaik.

“Oleh sebab itu saya mau mengajak semua calon pekerja dan para pekerja yang hadir diforum diskusi saat ini untuk berpikir dalam upaya peningkatan kualitas dalam menjawab tantangan MEA. Untuk lebih rincinya kita harus ikuti pelatihan semenjak dini dan memperbanyak study banding ke perusahaan-perusahaan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top