Kontra

Buruh Diingatkan agar Tak Jadi Antek Asing

Diskusi YMIJakarta – Beberapa kalangan kali ini ikutan geram dengan sikap dan tingkah para petinggi buruh yang mendatangkan Sekertaris Jendral International Trade Union Confederation Asia Pasific (ITUC AP)
Noriyuki Suzuki, ke Indonesia dalam rangka memberikan dukungan solidaritas kepada perjuangan pekerja di Indonesia. Mereka menyorotinya dari sudut pandang rasa nasionalisme para petinggi buruh tersebut.

“Makin kesini buruh tidak punya peta. bicara nasionalisme terhadap buruh sangatlah kompleks. Jika mereka benar menggadang Warga Negara Jepang itu turut membantu perjuangan buruh Indonesia, bisa juga dikatakan itu tidak memiliki rasa nasionalisme. Untuk paham nasionalisme, bangsa Indonesia harus cinta tanah airnya,” demikian disampaikan Intelektual Muda Nahdatul Ulama (NU) Abdul Ghofur saat diskusi bertema ”Mewujudkan Nasionalisme bagi para pekerja agar terhindar dari kepentingan dan provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab” diinisiasi Youth Movement Institute (YMI) di RM. Soto Merah Rawamangun Jaktim, Rabu (9/12/2015).

Lebih lanjut, Direktur Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB) itu menilai buruh saat ini terjebak pada perselingkuhan politik, bahkan buruh ikut terseret pada lubang mafia yang bermain mata dengan para pengusaha.

“Banyak juga lho pemain-pemain serikat buruh yang bermain mata dengan pengusaha. Ya ada deal-dealan angka lah disitu. Ini yang menjadi meracuni perjuangan buruh lainnya,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, gerakan demo buruh yang kerap dilakukan itu membuat masyarakat lainnya ikut jenuh dan jengah. Padahal masih banyak yang harus dilakukan oleh buruh itu sendiri yakni dengan cara meningkatkan kinerjanya untuk ikut bersaing dalam kompetisi MEA.

“Buruh demo terus menerus, masalahnya kok gak kelar-kelar. Pasti ini ada sesuatu dan ada kepentingan tertentu. Buruh juga jangan hanya tahunya nuntut saja, tapi tidak diimbangi dengan bekerjanya. Kritik harus berimbang,” ucapnya.

Ditempat yang sama Ketum Bara JP Sihol Manulang menyebut nasionalisme bisa juga dipahami upaya mensejahterahkan diri dengan cara benar, yaitu buruh dalam hal ini jangan hanya menuntut upah saja tapi ada isu lain yang wajib disikapi elemen buruh.

“Yang disuarakan buruh sekarang ini hanya upah layak saja. Dan sekarang pertanyaannya apakah jika upah naik, buruh akan sejahtera. Padahal lama kelamaan barang-barang kebutuhan pokok ikut naik,” ungkap dia.

Kata Sihol, harusnya apa yang dituntut buruh itu bukan upah tapi kesejahteraan. Ia pun menyarankan agar buruh menyuarakan aspirasinya soal fasilitas perumahaan untuk buruh dan transportasi serta kesehatan.

“Kita heran kenapa buruh hanya bicara upah bukan rumah. Kan Presiden Jokowi berencana membangun 1 juta rumah untuk buruh, mending itu yang disuarakan,” ucapnya.

Sihol melanjutkan, gerakan buruh saat ini sudah terlanjur menjadi gerakan politik dan mulai kabur / lupa dengan jati dirinya yang tidak memahami esensi perjuangan buruh.

“Buruh sekarang justru terjebak pada isu politik. Mari kawan-kawan buruh agar menyampaikan aspirasi lebih substansial. Tak ada gunanya memperbesar isu upah, jika ini terus dilakukan saya jamin tidak ada perubahan,” kata relawan Jokowi ini.

Sementara itu Lembaga Kajian Hukum Indonesia (LKHI) Vicky Hutahean, SH menuding gerakan buruh ada yang menunggangi. Pasalnya, para serikat-serikat buruh memprovokatori anggota buruhnya untuk turun kejalan dengan orientasi isu upah saja. “Inilah yang menjadi politisasi persoalan upah buruh. Tapi ini realita dilapangan. Kita bekerja untuk mencari duit, dan pikirannya hanya duit saja, sehingga inilah yang bisa dipolitisir. Mereka tidak peduli mau diapain, yang penting gaji saya lancar. Paling cuma itu saja,” terangnya.

Vicky memastikan demo buruh ditunggangi oleh pihak ketiga itu bukan menjadi rahasia publik lagi dan buruh sengaja tidak diberitahu masalah pokoknya apa.

“Saya jamin buruh pasti ditunggangi,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top