Kontra

Guru Honorer Agar Waspadai Politisir Agenda Terselubung Elit Buruh

Said Iqbal Fadly ZonJakarta – 10 Desember, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (Ham) Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum PBB yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, sebuah pernyataan global tentang hak asasi manusia pada 10 Desember 1948.

Peringatan Hari HAM Sedunia dilakukan oleh negara dan organisasi yang peduli HAM. Peringatan ini sering dijadikan momentum untuk melakukan koreksi pelaksanaan HAM di masing-masing negara.

Yang menarik justru di Jakarta rencana Kamis besok (10/12/2015), didepan Istana Negara dan Mahkamah Agung (MA), hampir 10 ribu lebih buruh se Jabodetabek ikut-ikutan merayakan momentum itu dengan berunjuk rasa menolak kebijakan upah murah menuntut Presiden Jokowi mencabut PP No 78/2015 dan menyerahkan berkas gugatan Judicial Review (JR) PP No. 78/2015. Aksi 10 Desember itu juga dilakukan serempak di beberapa propinsi dan Kab/Kota dan akan terus bergelombang hingga 20 Desember mendatang.

Demikian isi rilis seruan aksi oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Menanggapi seruan buruh tersebut, Sekjen Gerakan Manusia Pancasila (Gempa) Ferry Supriadi mengingatkan agar buruh lagi-lagi tidak ikut terjebak dalam kepentingan apalagi hanya ikut-ikutan merayakan hari ham sedunia.

“Buruh jangan mau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang merayakan momentum HAM demi kepentingan asing,” ujar Ferry, Rabu (9/12/2015).

Lebih lanjut, bangsa Indonesia saat ini kerap dihadapkan dengan masalah isu pelanggaran HAM yang digunakan oleh sekelompok orang untuk tujuan di luar tujuan kepentingan HAM itu sendiri, yakni untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa indonesia.

“Banyak kepentingan asing berusaha masuk ke Indonesia dengan dalih penegakan HAM. Tapi ini justru malah ciptakan kekacauan,” tuturnya.

Sebelumnya, rilis dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyebutkan bahwa ham yang selama ini digembar-gemborkan kalangan sekular sesungguhnya bagian dari ide demokrasi yang dipropagandakan barat/asing. Demokrasi sendiri didasarkan pada paham kebebasan. Ide HAM yang didasarkan pada liberalisme (kebebasan) ini berbahaya dalam beberapa aspek.

Di bidang sosial, dengan alasan kebebasan berperilaku sebagai ekpresi kebebasan individu, HAM melegalkan praktik yang menyimpang dari seperti seks bebas, homoseksual, lesbian serta pornografi dan pornoaksi. Akibatnya, kemaksiatan pun meluas di tengah-tengah masyarakat. Di bidang ekonomi, liberalisasi ekonomi telah menjadi jalan perampokan terhadap kekayaan negeri-negeri Islam atas nama kebebasan pemilikan. Selain menyesatkan, HAM sesungguhnya menjadi salah satu alat ampuh penjajahan Barat.

Dalam implementasinya, HAM sangat dipengaruhi oleh kepentingan pihak yang memiliki kekuatan. Dengan kata lain, penerapan HAM tidak terlepas dari kepentingan politis, ekonomis dan ideologis dari negara-negara yang punya kekuatan besar.

Senada juga diutarakan Sekjen Jari 98 Ir. Arwandi bahwa buruh tidak manfaatkan hari ham itu untuk mempolitisir gerakan buruh di Indonesia apalagi mengajak buruh seluruh Indonesia.

Bahkan ada muncul slentingan Presiden buruh ikut-ikut memprovokasi mengajak elemen guru honorer untuk berunjuk rasa. Arwandi mempertanyakan alasan buruh ikut-ikut menghasut guru honorer untuk berdemo sebagai aksi solidaritas.

“Profesi guru adalah sangat mulia. Jadi guru jangan mau dipolitisir dengan isu buruh. Kan guru sudah dapat jaminan mau diangkat,” tuturnya.

Ia pun menyayangkan jika hal itu dilakukan oleh Presiden buruh Said Iqbal untuk menjual guru honorer untuk kepentingannya.

“Kasihan guru honorer kini mau dijadikan jualan juga oleh Said Iqbal setelah buruh,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top