Pro

Gubernur Papua Diperingatkan Jangan Ikutan Bermain dalam Isu Ham di Tanah Papua

Aktivis Papua ke AmerikaJakarta – Dalam rangka mewujudkan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo, di satu tahun pemerintahannya akan fokus mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menekankan pembangunan dari pinggir khususnya di tanah Papua.

Namun niat baik pemerintah itu, justru dinodai oleh segelintir pihak yang menggunakan modus hak asasi manusia (ham) dengan menjelek-jelekkan bangsanya sendiri yaitu Indonesia demi mewujudkan kemerdekaan Papua semata. Sampai-sampai mereka merayakan ultah kemerdekaan Papua itu di luar negeri.

“Pemerintahan Jokowi kini sedang berjalan menjalankan konsistennya mewujudkan Nawacita untuk kesejahteraan masyarakat Papua. Jangan sampai dipelesetkan dengan menjual bangsanya sendiri,” demikian disampaikan Ketua Presidium Jaringan Aktivis Indonesia (Jari 98) Willy Prakarsa, Minggu (13/12/2015).

Sebelumnya, peristiwa serupa dilakukan juga pegiat ham lainnya yang justru mendapatkan kecaman dan kekecewaan para kalangan di Indonesia. Mereka kecewa dengan kelompok yang menamakan International People’s Tribunal on 1965 crimes against humanity in Indonesia. Kelompok itu mengadakan pengadilan rakyat soal dugaan pelanggaran HAM tahun 1965 yang digelar di Den Haag, Belanda, Selasa (10/11/2015) sampai Jumat (13/11/2015).

Para kalangan itu meminta agar jangan sampai peradilan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu di Den Haag mengganggu bangsa Indonesia dan menjual bangsanya sendiri.

Lebih lanjut, aktivis 98 itu menyebutkan sistem demokrasi super liberal yang di miliki bangsa Indonesia ini melupakan hal yang paling pokok, yakni kecintaan pada Tanah Air. Spirit dan kerjasama antara bangsa pun tidak boleh terganggu.

Willy juga mempertanyakan para aktivis HAM yang membawa proses penyelesaian kasus ke dunia internasional, namun kenyataannya justru berbeda ada kepentingan terselubung. Kata dia, HAM itu bersifat mulia jangan dijadikan mata pencarian oleh perseorangan yang mengaku aktivis Papua.

“Berjuang di luar negeri, tetapi tetap mengaku dirinya WNI. Janganlah jual bangsamu untuk aktifitas yang membuat kita bisa menjadi ribut sesama anak bangsa,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Gerakan Manusia Pancasila (Gempa) Ferry Supriyadi mengatakan para aktivis Papua ini keliru jika mereka harus jualan Ham itu ke luar negeri di era pemerintahan Jokowi yang punya tujuan suci Nawacita di tanah Papua.

“Sekali lagi stop jualan HAM Papua. Kita sama-sama tahu apa yang didapat dari propaganda HAM di Papua itu. Jika kita telanjangi bisa terbongkar semua akal busuk itu. Ini mainan saja,” ujarnya.

Saat ditanya perihal adanya aktivis Papua yang juga salah satu jurnalis suara Papua Oktovianus Pogau yang saat ini berada di Saint Louis, Missiori Amerika Serikat dan sebelumnya di Claveland-Ohio menonton pertandingan NBA (Claveland Cavaliers vs Trail Blaserz), Ferry mengaku kaget dan mempertanyakannya jika hal itu ada hubungannya soal ham.

Gubernur PapuaBeredar kabar, bahwa kepergian itu akan melempar kasus 1 tahun Paniai berdarah ke Komnas Internasional. Bahkan akan memberikan data pelanggaran HAM di Papua kepada Presiden Jokowi untuk menagih janji saat kampanyenya terdahulu pro kepada rakyat Papua.

“Siapa yang membiayai aktivis itu sampai ke Amerika. Jangan sampai ada dugaan Gubernur ikut bermain dalam isu HAM di tanah Papua. Betul-betul dipertanyakan dapat uang dari mana seorang wartawan Papua itu bisa keliling USA,” tuturnya.

Ia pun berharap agar Gubernur Papua bisa berperan dan tidak pura-pura menutup mata dengan kemajuan Papua di era Jokowi ini. Selain itu, ia mengingatkan agar lembaga ham di Indonesia yaitu Komnas HAM harus bersikap nasionalis dalam penyelesaian HAM Papua dan jangan bersikap seakan bukan bagian dari bangsa ini.

“Kami minta agar khususnya Presiden dan lembaga-lembaga negara lainnya untuk mengantisipasi hal itu dan jangan sampai dimanfaatkan,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top