Kazanah

Dukung Densus 88 Tindak Tegas Terduga Teroris

Al-JimatJakarta – Sekelompok mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Jakarta Menolak Aksi Terorisme (Al-JiMAT) mendukung langkah Densus 88 melakukan penangkapan-penangkapan terduga teroris untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Seperti diberitakan, dalam beberapa hari ini Densus melakukan penangkapan terduga teroris di beberapa tempat, antara lain Tasikmalaya, Sukoharjo, Mojokerto dan lain-lain.

“Kita mendukung Densus 88 melakukan penindakan terhadap terduga teroris, agar suasana perayaan Natal dan Tahun baru berjalan damai. Kita tidak ingin Indonesia terjadi aksi terorisme seperti di negara-negara lain. Kita ingin hidup dengan damai, tanpa terorisme,” ujar Korlap Al-JimAT, Irpan Saripudin dalam aksi di Patung Kuda Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (24/12).

Menurut Irpan, Densus 88 tentu tidak gegabah dalam melakukan penangkapan-penangkapan terahdap terduga teroris.

“Densus pasti sudah mendapat masukan dari laporan intelijen baik dari BIN, BAIS maupun BIK serta BNPT dan Densus sendiri, sebelum melakukan penindakan,” katanya.

Ia menambahkan dengan langkah nyata dari aparat keamanan itu, masyarakat akan merasa aman dan nyaman dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2016. Dalam penangkapan di sejumlah tempat itu, Densus 88 mengamankan barang bukti berupa bahan peledak yang siap dirakit dan bukti-bukti lainnya. Menurut keterangan kepolisian, para teroris rencananya akan melakukan aksi teror di malam natal dan tahun baru. Untuk menyamarkan distribusi atau perakitan bahan peledak, mereka menggunakan istilah ‘Donat”

“Aksi teroris di Paris Perancis maupun di Amerika, harus membuka mata kita bahwa aksi teror bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, sebagai warga masyarakat yang menolak aksi terorisme, kita harus meningkatkan kewaspadaan mulai dari diri kita sendiri,” ujarnya.

Irpan meminta masyarakat untuk melihat sekeliling lingkungannya, dan waspada dengan kehadiran orang baru yang tindak tanduknya tertutup dengan masyarakat lain. Karena dalam beberapa kasus terorisme, para pelaku biasanya belum lama mengontrak rumah .

“Kita harus mewaspadai terhadap orang baru dilingkungan kita, apalagi orangnya tertutup dan mencurigakan,” tambahnya lagi.

Pemberantasan teroris, lanjutnya, tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat keamanan seperti Densus 88, BIN, BNPT atau lainnya. Justru yang terpenting adalah peran masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya.

“Dengan peduli terhadap kehadiran orang asing atau orang baru yang tidak dikenal di lingkungannya, maka masyarakat sudah turut berperan dapat mencegah terjadinya aksi terorisme. Kalau masyarakat peduli, calon teroris ini merasa tidak ada tempat yang aman buat dia dalam melakukan persiapan-persiapan melakukan teror. Sebaliknya, jika masyarakat apatis, itu akan menguntungkan teroris karena menjadi tempat persembunyian yang nyaman dan aman, “ pungkasnya.

Dalam aksinya, massa Aljimat membawa spanduk bertuliskan : Tidak ada tempat bagi teroris di bumi Indonesia, Terima kasih Densus 88… Sikat habis para teroris, dan Teroris diberantas, masyarakat tidak waswas.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top