Pro

Komisioner Kompolnas Tak Etis Perkeruh Isu Pergantian Kapolri, Jangan Ganggu Soliditas Polri

Willy Prakarsa bersama Jari 98Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) menilai celoteh Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala terkesan tidak etis yang menyebut bahwa bahasan calon Kapolri mendatang pengganti Jenderal Badrodin Haiti adalah hal menarik. Bahkan, ia menyebut kriteria sosok ideal Kapolri versi Kompolnas. Pasalnya, Badrodin masih aktif menjadi Kapolri dan baru akan menjalani masa pensiun sebagai polisi aktif pada Juli 2016 mendatang.

“Celoteh Adrianus Meliala terkesan tidak etis sebagai anggota Kompolnas dengan mempublikasikan hal itu ke media,” ungkap Ketua Dewan Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Jumat (8/1/2016).

Sebelumnya, Adrianus Meliala menuturkan, bahasan soal calon kapolri mendatang sangatlah menarik. Sekitar bulan Maret atau April, Kompolnas menurutnya mulai bekerja melakukan seleksi para kandidat yang adalah jenderal bintang tiga tersebut.

“Ini menarik, kalau ditarik waktu Pak Badrodin akan pensiun pada Juli 2016. Biasanya dua bulan sebelumnya sudah diganti. Sehingga sekitar Maret atau April kami sudah bekerja seleksi dan wawancara,” ungkap Adrianus, Senin (4/1/2016).

Soal sosok ideal Kapolri kedepan, menurut Adrianus sosok pimpinan institusi Polri ke depan masih belum terlalu berubah dari yang sebelumnya. Sosok Kapolri kedepan haruslah seperti Badrodin yang diterima oleh kalangan manapun. Dan secara kemampuan juga mumpuni. Dan kata dia, yang terpenting utamanya ialah kapolri kedepan harus punya waktu dan usia yang cukup, idealnya dua tahun setengah masa jabatan sebelum pensiun.

“Secara kemampuan harus oke, artinya telah menduduki jabatan terpenting di Polri, pernah menduduki jabatan Kapolda. Termasuk dari syarat pendidikan harus baik, Akpol, PTIK, Sespim harus selesai semua. Karena kalau tidak bisa jadi sasaran omongan,” bebernya.

Menurut aktivis 98 itu, pernyataan Adrianus terkesan ada dugaan politik praktis dibalik isu pergantian Kapolri. “Jangan-jangan ada target sasaran antara,” kata dia.

Willy menganggap terlalu dini untuk membahas dan menentukan calon ideal Kapolri. Ia mengingatkan semua pihak untuk tidak melakukan kegaduhan saat pemerintah Jokowi sedang menerapkan program Nawa Citanya. Dan saat ini, kata Willy, soliditas korps berbaju cokelat itu sudah semakin terjaga dan kompak.

“Presiden Jokowi itu tidak suka dengan aneka ragam kegaduhan dan mengganggu kinerja Kabinet Kerja yang tengah berkonsentrasi pada pemulihan ekonomi. Saya beri warning pada pihak yang sengaja bikin gaduh politik soal pergantian Kapolri. Pak Badrodin masih lama waktunya untuk pensiun,” tuturnya.

Lebih lanjut, Willy menyarankan agar keberadaan Kompolnas perlu dikaji ulang. Kata Willy, di era demokrasi yang serba transparan ini, masyarakat berkewajiban memberikan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kemajuan institusi Polri sebagaimana yang diamanatkan oleh UU Polri Nomor 2 Tahun 2002 sebagai pemelihara kamtibmas, pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

“Artinya efektifitas, peran dan fungsi dari Kompolnas sudah tidak dibutuhkan lagi. Dihapusnya Kompolnas dapat meminimalisir anggaran negara. Presiden Jokowi adalah Presiden yang cukup cerdas, sering memonitor perkembangan lewat media sosial,” kata dia.

Willy berharap masa tugas jabatannya Badrodin Haiti bisa diperpanjang dua tahun lagi. Kepemimpinan Badrodin telah sukses dan sangat berprestasi, mampu mengungkap berbagai kasus pidana umum, korupsi, teroris, narkoba, dan juga memberi rasa aman di Pilkada serentak, serta pengamanan Natal / Tahun baru sehingga publik terpuaskan.

“Semoga dengan hak preogratifnya Presiden Jokowi mampu perpanjang 2 tahun lagi masa jabatannya, dan rakyat masih butuh serta percaya dengan figur Badrodin Haiti,” ucapnya.

Lebih jauh, Willy meminta agar semua pihak termasuk Kompolnas untuk tidak sembarang mengeluarkan pernyataan yang mengarah pada provokasi membelah soliditas Polri.

“Hati-hati dengan keluarkan statement sembarangan. UU Hate Speach bisa diberlakukan lho,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top