Pro

Berang Kasus Korupsi Bos Sentul City Mandek, Kamerad Desak Jaksa Agus Usut Tuntas

Jaksa Agung dan KapolriJAKARTA – Kelompok mahasiswa tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) meminta Kejaksaan Agung untuk melanjutkan kembali kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Sentul City Tbk, Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng lantaran dipetieskan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor, Jawa Barat.

“Kami meminta Jaksa Agung HM Prasetyo supaya mengusut kembali dan menangkap dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kwee Cahyadi Kumala,” ungkap Presidium Kamerad Haris Pertama, Selasa (9/2/2016).

Haris memandang kasus itu tampaknya janggal. Karena, dugaan korupsi dan penipuan dalam pembelian izin lokasi perumahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada PT Sentul City Tbk supaya menyediakan tanah untuk pemakaman seluas 119,2 hektare. Namun, kata Haris, dalam pelaksanaannya tanah fasilitas umum (fasum) yang disediakan untuk pemakaman telah terjadi proses penipuan.

“Karena surat yang harusnya sertifikat untuk diserahkan ke Pemkab Bogor hanya berupa girik, disini terjadi proses tindak pidana korupsi dan penipuan,” ucapnya.

Dijelaskan dia, kasus ini pernah diproses tahun 2011 tapi sekarang kejaksaan belum juga menetapkan tersangka padahal sudah ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, PT Sentul City tidak memenuhi kewajiban menyediakan fasilitas umum berupa tanah makam yang diatur sebelumnya.

“Jadi kasusnya mandek. Kami desak supaya kasus yang merugikan negara sekira Rp 2,2 triliun ini segera dilanjutkan dan ditindaklanjuti,” minta dia.

Sebelumnya, kasus ini tertulis dalam surat perintah penyelidikan Kejari Cibinong Nomor 3705/0.2.33/FD.1/10/2009 pada tanggal 26 Oktober 2019 tentang dugaan Tipikor dalam pemberian ijin lokasi perumahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada PT Royal Sentul Highland yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kemudian, surat Kejaksaan Negeri (Kejari) juga diperkuat surat perintah Penyidikan Kejari Cibinong No.1991/0.2.33./FD.1/06/2011 tertanggal 22 Juni 2011 tentang dugaan Tipikor dalam pemberian ijin lokasi perumahan dari Pemkab Bogor kepada PT Sentul City, Tbk yang tidak sesuai dengan ketentuan. Yakni, dimana kewajiban PT Sentul City, Tbk untuk menyediakan lahan pemakaman seluas 119,2 hektare tidak pernah ada.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top