Kontra

Massa Kubur Duga Bos Sentul City Manipulasi Data Negara

KPKJAKARTA – Kasus Bos PT Sentul City Tbk, Kwee Chayadi Kumala yang kini mandek di Kejari Cibinong tak dipungkiri menjadi sorotan publik. Kali ini, publik yang menyoroti hal itu datang dari kelompok massa mengatasnamakan dirinya Koalisi Usut dan Buru Koruptor (Kubur).

Ratusan massa Kubur mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pimpinan lembaga antirasuah itu untuk segera mengambil alih dugaan korupsi yang diduga telah dipetieskan oleh Kejaksaan Agung.

“Kami minta pimpinan KPK merespon tuntutan kami. Ambil alih kasus dan segera menuntaskan skandal korupsi PT Sentul City Tbk yang diduga telah melakukan korupsi mengenai lahan untuk pemakaman yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp2 triliun,” ungkap Koordinator Aksi Jeffri Azhar, Kamis (11/2/2016).

Dugaan tindak pidana korupsi yaitu dalampemberian izin lokasi perumahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada PT Sentul City Tbk yang tidak sesuai dengan peraturan berlaku dimana PT Sentul City tidak pernah menyediakan tanah untuk pemakaman seluas 119,2 hektare.

Namun dalam pelaksanannya, tanah fasilitas umum yang sedianya untuk pemakaman telah terjadi proses penipuan, di mana surat yang harusnya sertifikat untuk diserahkan ke Pemkab Bogor hanya berupa girik.

“Disinilah terjadi proses tindak pidana korupsidan penipuan,” tegasnya.

Seperti yang tertuang dalam surat perintah penyelidikan Kejari Cibinong No. 3705/0.2.33/FD.1/10/2009 pada tanggal 26 Oktober 2019 tentang dugaan Tipikor dalam pemberian izinlokasi perumahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada PT Royal Sentul Highland yang tidak sesuai dengan ketentuan.Surat Kejari juga diperkuat surat perintah Penyidikan Kejari Cibinong No.1991/0.2.33./FD.1/06/2011 tertanggal 22 juni 2011 tentangdugaan Tipikor dalam pemberian izin lokasi perumahan dari Pemkab Bogor kepada PT Sentul City Tbk yang tidak sesuai dengan ketentuan, dimana kewajiban PT Sentul City Tbk untuk menyediakan lahan pemakaman seluas 119,2 hektare tidak pernah ada.

Jefri menduga bahwa PT Sentul City Tbk tidak memenuhi kewajiban menyediakan fasilitas umum berupa tanah makam sebagaimana telah diatur sebelumnya. Jika dihitung, kewajiban menyediakan lahan untuk pemakaman seluas sekira 119 hektare dengan nominal sangat besar.

“Patut diduga PT Sentul City Tbk sudah melakukan manipulasi data negara, di mana tanah fasum untuk makam tidak pernah diserahkan kepada Pemkab Bogor,” tegasnya.

Masih kata Jeffri, KPK harus berani melakukanverifikasi mengenai penyediaan lahan pemakaman untuk perumahan oleh PT Sentul City Tbk dan segera memanggil dan memeriksapihak-pihak terkait.

“KPK wajib mengambil alih kasus ini, karena diduga kasus ini sudah dipetieskan oleh lembaga penegak hukum lain,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top