Pro

Pemerintah Harus Hadir Hadapi MEA dengan Perkuat UMKM

YMI 2Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengingatkan dalam menghadapi MEA, negara wajib hadir untuk memproteksi dalam menyiapkan SDM, kualitas dan kompeten. Sebab, kata dia, saat ini Indonesia berada pada titik ekstrim, sehingga MEA akan menjadi peluang jika rakyat telah siap.

“Kalau tidak siap ya itu bisa jadi musibah. Dan parahnya yang terkena dampak ekonomi bebas adalah yang tidak terdidik,” ucapnya.

Hal itu mengemuka saat diskusi publik bertema ‘Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Guna Menghadapi Ekonomi Global’ di Ayam Presto Balphuss, Jaktim, Rabu (17/2/2016).

Turut hadir narasumber diskusi yang dipandu moderator Christye Bakary, Dosen Universitas Jayabaya, Dr Taswem Tarib , BcIM , SH , MH, Ketua Presidium PMKRI Angelius Wake Kako, Anggota DPR RI Arteria Dahlan, S.T.,S.H, dan perwakilan Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Riyanto Subekti.

Acara tersebut juga diawali penampilan musik akustic band performance kreasi anak bangsa “Crewsakan”.

Arteria berharap rakyat jangan sampai menjadi kuli dinegaranya sendiri. Kendati demikian, ia menyarankan agar para lulusan perguruan tinggi maupun mahasiswa harus siap dan berani bersaing dengan negara lain. Para mahasiswa di
seluruh tanah air dihimbau melakukan berbagai terobosan untuk mengabdikan diri dan memberdayakan masyarakat, salah satunya
menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jangan sampai tersingkir menghadapi MEA. Kunci sukses saya kira ya daya saing sebuah bangsa dan masyarakat. Kita tidak ingin menjadi kuli di negeri sendiri. Tekad seperti itu kita abdikan untuk kepentingan masyarakat, jadi biar mereka menjadi tuan di negaranya sendiri, tidak tersingkir,” bebernya.

Arteri pun mendukung UMKM yakni membangkitkan ekonomi kreatif agar memiliki daya saing. Serta disini mampu menyerap tenaga kerja.

“Kita harus sadar manusia punya aset disamping modal, maupun teknologi. Tanpa manusia tidak mungkin kita bergerak. Jadi jangan sampai kita diciptakan sebagai kuli untuk bangsa-bangsa. Kita akan hadapi ini semua,” ungkapnya.

Ketua Presidium PMKRI Angelius Wake Kako menghimbau agar pemerintah menyiapkan sistem permodalan bagi UMKM saat menghadapi MEA.

“Pemerintah harus siapkan UMKM untuk kaum pekerja yang tidak memiliki skill tersebut,” kata Angelius.

Menurut dia, bila permasalahan tersebut tidak segera dipersiapkan dan diatasi mulai saat ini, ia menilai, maka produk-produk dalam negeri akan sulit bersaing dengan produk luar negeri. Begitu juga dengan SDM daerah, ia mengemukakan, akan sulit bersaing dengan sumber daya dari luar, karena saat MEA diberlakukan, maka bukan hanya produk luar negeri yang bebas masuk, tetapi juga SDM dan tenaga kerja asing juga bisa dengan mudah menjadi pesaing SDM dari daerah.

“Menghadapi hal tersebut, kita telah melakukan terobosan. Jangan sampai Indonesia dijadikan pemerasan orang yang menjual barang disini sedangkan kita tidak mampu bersaing. Saya berharap pemuda sudah memikirkan secara pribadi untuk menekan arus barang dan jasa agar tidak menjadi korban,” terang dia.

Sementara itu, Presidium Youth Movement Institute (YMI) Reza Malik menyakini dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia akan mampu bersanding bahkan melebihi 4 pionir negara di ASEAN yakni Filiphina, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Indonesia diprediksi menjadi aktor penting dalam MEA. Sebab, Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN baik dari segi kewilayahan, jumlah penduduk, maupun ukuran ekonominya,” kata Reza.

Lebih lanjut, Reza berharap semua anak muda Indonesia bisa memanfaatkan peluang dari dimulainya MEA ini dengan menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Mulai dari Perguruan Tinggi baik Swasta maupun Negeri, harus didorong untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Kita harus mampu bersaing dalam menghadapi setiap hal yang baik. Apakah itu politik, teknologi, sosial, budaya, ekonomi dan lain-lain. Tentu menjadi harapan kita bersama bahwa kemampuan SDM Indonesia harus terus meningkat agar layak bertarung pada pelaksanaan MEA,” tuturnya.

Reza melanjutkan, dari sisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pelaksanaan MEA juga dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar usaha.

“lni kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperbaiki produk agar lebih diminati oleh pembeli yang berasal dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Universitas Jayabaya DR. Taswen Tarib mengungkapkan MEA dari segi ekonomi sangatlah menjanjikan. Sebab, MEA itu adalah kesepakatan Internasional dari negara-negara ASEAN yang tujuannya menghambat ekonomi China dan Amerika.

“Yang nantiya kita akan bersama se ASEAN,” kata Taswen.

Taswen membeberkan lima hal yang perlu dicermati soal esensi MEA itu sendiri. Pertama, kata dia, adalah folosofi. Dalam hal ini, ia mengatakan untuk tidak perlu takut dengan MEA.

“Dalam menghadapi MEA kita juga harus reformasi mainset/pola pikir. Kita tidak perlu takut, kita itu sudah siap. Reformasi sistem sudah bagus, tapi mainset nya saja yang masih kurang bagus. MEA itu tidak berbahaya justru menyerap pekerja,” jelasnya.

Berikutnya, adalah eksistensi lalu etika, dan terakhir excellence. Kata Taswen, perlu dirubah pola pikir untuk merubah perilaku dalam menghadapi MEA.

“Lagi-lagi kita tidak perlu takut untuk menghadapi para tenaga asing. Mereka punya bayaran sama dengan kita, kan sudah diatur,” sebutnya.

Lain hal dengan Perwakilan Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Riyanto Subekti yang mengaku bahwa dari segi pendidikan ia melihat ada kemunduran beberapa langkah.

“Saat ini moralitas bangsa, casing bagus tapi sistem bobrok. Sekarang ini orang cuma pinter ngomong tapi cuma retorika dan prakteknya nol,” keluh dia.

Lebih jauh, ia menyesalkan sikap pemerintah yang mengabaikan tenaga pendidik khususnya tenaga guru honorer. Pasalnya, ribuan massa FHK2I selama tiga hari berturut-turut mengepung Istana Negara menuntut hak-haknya agar segera diangkat sebagai PNS.

“Seperti apa jadinya jika negara ini sudah abai terhadap para tenaga pendidiknya. Bagaimana bisa menyiapkan SDM yang bagus jika pengajarnya kurang begitu diperhatikan pemerintah,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top