Pro

Mari Dorong Pemakaian Energi Panas Bumi di Indonesia

Seminar umum bertajuk 'The Effect and Benefits Of Thermal Power Plants ( PLTP ) As Renewable Energy For The Community Indonesia' yang diinisiasi Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEKSMA) Universitas Jayabaya di Gedung Rektorat Univ. Jayabaya, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Seminar umum bertajuk ‘The Effect and Benefits Of Thermal Power Plants ( PLTP ) As Renewable Energy For The Community Indonesia’ yang diinisiasi Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEKSMA) Universitas Jayabaya di Gedung Rektorat Univ. Jayabaya, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Jakarta – Energi panas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan karena fluida panas bumi setelah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik akan dikembalikan ke bawah permukaan melalui sumur injeksi.

President Director Pertamina Gheotermal Energy Irfan Zainudin memastikan bahwa pengunaan suplay listrik dari energi panas tidak akan merusak hutan, justru sebaliknya melestarikan hutan.

“Jadi tidak benar panas bumi merusak hutan, agak keliru dan salah secara ilmiah. Kita harus mendorong energi panas bumi ini untuk tetap terjaga, karena selalu terkait dengan kelestarian lingkungan yang mana betapa pentingnya energi ini (geothermal) untuk kehidupan mendatang,” tegas Irfan.

Hal itu mengemuka dalam seminar umum bertajuk ‘The Effect and Benefits Of Thermal Power Plants ( PLTP ) As Renewable Energy For The Community Indonesia’ yang diinisiasi Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEKSMA) Universitas Jayabaya di Gedung Rektorat Univ. Jayabaya, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Lebih lanjut, Irfan menyebutkan pihak Pertamina sedang berupaya untuk mencari energi baru dan terbarukan karena memang tak mudah masuknya investasi serta modal yang cukup besar. Oleh karenanya, kata dia, rencana pengembangan energi panas bumi ini dilakukan dengan waktu yang cukup lama antara 5 sampai 7 tahun kedepan untuk perencanaan serta ekplorasi dan ekploitasi sehingga menjadi energi listrik.

“Wilayah kerja panas bumi akan melindungi hutan yang ada disekitarnya. Setiap proyek panas bumi pasti memerlukan hutan. Tak mungkin merusak hutan,” ucap dia.

Hal senada juga dilontarkan Geothermal Director , Directorate General of Renewable Energy and Energy Conservation ( EBTKE ) Yunus Saefulhak yang menyebutkan secara garis besar, namanya panas bumi berada di hutan, baik di hutan lindung maupun hutan konservasi. Sebab di ilustrasikan sebuah gunung berapi adanya di hutan, yang mana sumber air didalamnya akan dipanaskan secara alami sehingga menjadi uap panas bumi.

“Oleh karenanya kita wajib menjaga hutan serta memelihara hutan di Indonesia, apalagi secara regulasi kita sudah mempunyai payung hukum diantaranya UU No. 21 tahun 2014,” terang Yunus.

Dikatakan Yunus, pihaknya juga sudah realisasikan potensi-potensi energi panas bumi (Geothermal) di berbagai wilayah Indonesia antara lain, Pengalengan, Kamojang, Dieng, Kahendong, dan Tomohon. Disisi lain, kata dia, jikalau semua itu (perencanaan) dipakai melalui APBN, memang tidak prioritas, sebab masih ada yang lebih diutamakan yakni infrastruktur yang lain. Maka itu, tambah dia, harus dibutuhkan investasi dari pihak swasta / luar guna untuk serta mendorong kedaulatan energi di dalam negeri tercapai.

“Mudah-mudahan pada tahun 2015 bisa terencana sebesar 7.100 Megawatt, karena sudah separuhnya cadangan yang ada sudah bisa langsung dimanfaatkan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Special Advisor to the Minister of Energy and Mineral Resources / Board Of Commissioner Pertamina Widhyawan Prawiraatmadja menyakini pemanfaatan energi panas bumi menjadi salah satu sumber energi alternatif, karena merupakan jenis energi terbarukan yang relatif tidak akan habis dan berguna untuk digunakan di masa yang akan datang.

“Jika sekarang Indonesia sangat banyak energi terbarukan antara lain air, angin, matahari, serta yang terbarukan saat ini yakni Geothermal. Dan energi tersebut sangatlah bersih dan ramah lingkungan, di bandingkan minyak, gas, serta batu bara,” tutur Widhyawan.

Widyawan juga menekankan untuk memberikan penyadaran dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) sebaik mungkin demi kemakmuran rakyat Indonesia.

“Kita memang mempunyai cadangan energi minyak yang cukup tapi masih kalah dengan negara penghasil minyak (negara arab). Mending kita manfaatkan SDA di Indonesia yang melimpah ini dengan sebaik mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Nurhalim Fadli menuturkan ketahanan energi nasional menjadi masalah yang sangat krusial dan tidak memiliki daya tawar di dunia internasional. Padahal, kata dia, dengan SDA yang melimpah harus menjadi modal awal bagi Indonesia untuk menyusun berbagai strategi guna menguatkan ketahanan nasional.

“Jangan sampai kekayaan alam kita digerus dan dikuasai oleh asing. Kami sepakat untuk kampanyekan cinta Indonesia, dan juga cintai lingkungan wujudkan energi geothermal demi masa depan bangsa,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top