Kontra

Ratusan Mahasiswa Ancam Turun ke Jalan Lagi Kepung KPK Usut Mafia Anggaran Politisi PPP

BAP KPKJakarta – Ratusan mahasiswa tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) mengancam akan turun jalan kembali mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan anggota Dewan Syaifullah Tamliha (ST) sebagai mafia anggaran pemulusan proyek di Kementerian PDT.

Tidak main-main, para demonstran juga memastikan akan melancarkan aksinya hingga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu ditahan oleh KPK. Pasalnya, mereka menyakini ST adalah sosok yang diduga kuat ikut terlibat dalam skandal pengurusan pada Kementerian PDT untuk proyek pembangunan Talud di Kabupaten Biak Numfor Papua yang diduga dilakukan tersangka Teddi Renyut.

“Korupsi telah merajalela, banyak anggota dewan menjadi mafia anggaran dan memeras pengusaha agar mendapatkan proyek di sejumlah Kementerian. Kita akan turun kejalan lagi mulai besok sampai kasus keterlibatan ST selesai sampai ke akar-akarnya dan ybs ditahan KPK,” terang Presidium Kamerad Haris Pertama, Minggu (28/2/2016).

Lebih lanjut, Haris menegaskan pihaknya akan terus mendesak lembaga antirasuah untuk segera membuka keterlibatan oknum anggota Dewan dalam kasus tersebut. Hal ini guna menghindari opini publik bahwa KPK masuk angin.

“KPK harus buka kasus ini kembali, jangan ditutup-tutupi. Supaya jangan dinilai KPK masuk angin,” tutur dia.

Menurut dia, hal itu tidak baik buat KPK jika kasus itu tidak dibuka atau hanya disimpan dalam laci-laci ruangan KPK.

“Itu menjadi tidak baik buat KPK,” tegas Haris.

Dijelaskan Haris, keterlibatan ST nampak tertulis dalam salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas tersangka korupsi di proyek tersebut. Lanjut dia, disebutkan dalam salinan BAP tersebut bagaimana ST jelas-jelas meminta komisi Rp 5 miliar kepada tersangka agar bisa memuluskan proyek di PDT.

“Disini kenapa KPK tidak tuntas mengusut korupsi sampai ke akar-akarnya. Pemeras dari anggota dewan tidak ditangkap,” kata Haris.

Dikatakan dia, sesuai salinan BAP yang ia dapat ketika KPK menahan tersangka berinisal TR, staf PDT langsung menagih uang sebesar Rp 5 miliar kepada Anjas.

“Disebutkan Anjas, uang itu akan dikembalikan oleh ST. Bahkan dalam BAP tersebut, staf PDT merasa tertipu oleh ST, karena ternyata tidak ada pembahasan anggaran yang dilakukan oleh Tamliha,” ujar Haris.

Maka itu, Kamerad akan melakukan aksi kembali di Gedung KPK untuk mendesak agar KPK memeriksa Syaifullah Tamliha atas dugaan mafia anggaran, besok Senin, (29/2/2016).

Selain itu, Kamerad juga meminta agar DPP PPP memecat Syaifullah Tamliha karena atas dugaan mafia anggaran dan menerima suap sebesar Rp 5 miliar dalam proyek di Kementerian PDT.

“KPK juga harus segera periksa dan tangkap Syaifullah. MKD DPR harus memanggil dan memecat Syaifullah. Dan kami juga akan kembali menyebarkan BAP keterlibatan ST,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top