Kontra

KPK Diminta Tak Pandang Bulu, Kamerad: Segera Periksa Syaifullah Tamliha

Kamerad Syaifullah TamlihaJakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mungkin memberantas korupsi tanpa bantuan dari segenap komponen bangsa, terutama dari unsur masyarakat yakni dalam hal ini memberikan informasi maupun pengaduan. Sebagai wujud komitmennya, kali ini
ratusan mahasiswa tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) kembali menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Senin (29/2/2016).

Kali ini, tak tanggung-tanggung, Kamerad memberikan bukti-bukti terkait skandal dugaan korupsi yang dilakukan oleh politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifulla Tamliha (ST). Kamerad menyerahkan bukti salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi KPK yang menyebutkan adanya keterlibatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu dalam perkara pengurusan pada Kementerian PDT untuk proyek pembangunan Talud di Kabupaten Biak Numfor Papua yang diduga dilakukan tersangka Teddi Renyut.

“Kami tadi sudah menyerahkan bukti sebagai laporan informasi dugaan tindak pidana korupsi mafia anggaran anggota DPR Syaifullah Tamliha (ST) dengan 1 berkas kronologis BAP KPK. Tanda bukti laporan itu dengan Nomor Agenda 2016–2-000150 dan Nomor Informasi 81949,” terang Presidium Kamerad Haris Pertama.

Maka itu, pihaknya meminta lembaga antirasuah untuk tidak boleh main-main lagi atas kasus dugaan korupsi melibatkan ST ini.

“Masyarakat pasti sudah tahu semuanya apa yang ST lakukan, dan kami meminta KPK segera menindaklanjuti dan segera memeriksa ST, dan segera menahannya,” ujar dia.

Menurut Haris, KPK harus segera menetapkan ST sebagai tersangka agar dugaan korupsi tersebut segera terungkap. Selain itu, kata dia, KPK juga harus tegas dan berani melaksanakan tugasnya dalam memberantas korupsi.

“KPK harus benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa pandang bulu, keturunan siapa pun, siapa pun dia, dan apapun jabatannya. Jangan sampai opini masyarakat berpandangan negatif ke KPK karena KPK telah masuk angin. Tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak menangkap ST karena sudah jelas dari keterangan saksi ada keterlibatannya,” tambahnya.

Perwakilan Kamerad diterima diruang Pengaduan Masyarakat yakni Valdes Nainggolan.

Dijelaskan Haris, keterlibatan ST itu nampak tertulis dalam salinan BAP atas tersangka korupsi di proyek tersebut. Lanjut dia, disebutkan dalam salinan BAP tersebut bagaimana ST jelas-jelas meminta komisi Rp 5 miliar kepada tersangka agar bisa memuluskan proyek di PDT.

“Disini kenapa KPK tidak tuntas mengusut korupsi sampai ke akar-akarnya. Pemeras dari anggota dewan tidak ditangkap,” kata Haris.

Dikatakan dia, sesuai salinan BAP yang ia dapat ketika KPK menahan tersangka berinisal TR, staf PDT langsung menagih uang sebesar Rp 5 miliar kepada Anjas.

“Disebutkan Anjas, uang itu akan dikembalikan oleh ST. Bahkan dalam BAP tersebut, staf PDT merasa tertipu oleh ST, karena ternyata tidak ada pembahasan anggaran yang dilakukan oleh Tamliha,” ujar Haris.

Tak hanya ke KPK, Kamerad juga menyambangi DPR RI meminta agar MKD DPR memanggil dan memecat Syaifullah. “Kami akan terus menyebarkan BAP keterlibatan ST ini sampai dia ditahan. Kami pastikan tidak akan berhenti,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top