Pro

Mahasiswa Serukan Tolak Permintaan Konversi Obligasi ke Saham PT. Berlian Laju Tanker Tbk

Hadi SuryaJakarta – Ratusan mahasiswa tergabung dalam Front Aliansi Mahasiswa Peduli Pensiunan kembali berunjuk rasa di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (3/3/2016). Mereka mendesak agar BEI melakukan langkah penyelamatan kepada para pemegang obligasi khususnya dana pensiun.

Dalam aksinya kali ini, para mahasiswa telah menemukan data ada upaya pengemplangan penggunaan dana oblgasi. Kecurigaan itu muncul saat kas PT Berlian Laju Tanker (BLTA) Tbk terjadi penurunan secara signifikan. Yakni pada periode September 2011 sampai Desember 2011 mencapai Usd 174.414.000.

“Ini diduga dilakukan oleh Hadi Surya selaku pimpinan PT BLTA dimana ada penggelapan hutang dengan cara mengkonversi obligasi menjadi saham,” tegas Koordiantor Aksi, Jeffri Azhar saat berorasi.

Menurut dia, adanya dugaan penggelapan tersebut, alhasil pemegang obligasi pun marah. Karena keputusan tersebut dinilai sangat merugikan pemegang obligasi. Mereka mendesak dilaksanannya hasil RUPO tanggal 20 Agustus 2014 untuk dilakukannya Audit Investigasi yang akan dilakukan oleh PWC dan atas biaya pemegang Obligasi. Tidak hanya itu, Jeffri juga menduga Wali Amanat telah melakukan manipulasi atas perhitungan suara hasil RUPO. Dalam faktanya, kata dia, 30 pemegang obligasi menyatakan keberatan atas pelaksanaan konversi.

“Cakr & Co juga telah mengirimkan keberatan kepada BEI, OJK, KSEI dan Kemenkumham atas rencana pelaksanaan konversi obligasi menjadi saham,” ungkapnya.

Oleh karenanya, tambah Jeffri, para mahasiswa mendesak agar Dirut PT BEI Tito Sulistio untuk menolak permintaan Konversi Obligasi menjadi Saham PT. Berlian Laju Tanker Tbk.

“Kami juga meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memeriksa dan memperhatikan kasus penggelapan ini,” tegas Jeffri.

Dalam orasinya, para mahasiswa juga meminta kepada BEI untuk tidak membuka status suspend BLTA dan atau melakukan konversi saham kecuali apabila pertama, telah dilakukan audit investigasi sebagaimana telah diamanatkan oleh RUPO tanggal 14 Agustus 2014.

“Berikutnya, telah dilakukan pemeriksaan atas keabsahan Rapat Kreditur untuk pengambilan keputusan dalam rangka persetujuan Amandemen Perdamaian untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan Wali Amanat saat memasukkan jumlah suara setuju pada saat rapat kreditur,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top