Kontra

KPK Didesak Penjarakan Eli Mulyadi Soal Suap Pembentukan Bank Banten

Jakarta – Tingginya angka kasus korupsi di Indonesia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan ditengah merosotnya perekonomian negara ini. Ironis nya lagi, kasus korupsi menerpa petinggi negeri ini, yang seharusnya mengemban amanah dari rakyat. Hal ini membuat mendapatkan tanggapan serius kaum pemuda dan mahasiswa untuk kembali turun kejalan.

Kali ini, penyikapan itu datang dari kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda Mahasiswa Anti Korupsi untuk turun berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu dan Kamis (16 & 17/3/2016).

Mereka mendesak KPK untuk segera menangkap dan mengadili Eli Mulyadi selaku Anggota Banggar DPRD Provinsi Banten karena di duga menerima suap dalam dalam perijinan pembentukan Bank Banten.

“KPK harus segera merepons dan tanggap pada laporan para mahasiswa ini. Kami yakin dan Eli Mulyadi diduga ikut terlibat didalam kasus suap perijinan pembentukan Bank Banten tersebut,” kata Koordinator Aksi Yusuf Aryadi.

Selain itu, tambah Yusuf, mendorong lembaga antirasuah untuk wajib menyelesaikan sampai tuntas kasus pembentukan Bank Banten yang melibatkan KKN di lembaga DPRD Provinsi Banten yang diduga melibatkan Eli Mulyadi.

“Kasus ini kami sinyalir banyak pihak ikut terlibat didalamnya. Dan kami duga Eli Mulyani ikut didalam permainan tersebut,” tuturnya.

Yusuf juga menyerukan agar Ketua DPRD Banten untuk segera memecat Eli Mulyadi sebagai anggota DPRD Prov Banten.

Sebelumnya Anggota Badan Anggaran DPRD Banten, Eli Mulyadi, pernah dipanggil KPK. Ia diperiksa dalam kasus dugaan suap pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten.

“Eli diperiksa sebagai untuk tersangka RT (Direktur Utama PT Banten Global Development Ricky Tampinongkol),” kata Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2016).

Diketahui, kasus ini terungkap saat KPK melakukan operasi tangkap tangan di kawasan Serpong, Banten, pada Selasa 1 Desember 2015. KPK mengamankan Wakil Ketua DPRD Banten dari Golkar S. M. Hartono, anggota DPRD Banten dari PDI Perjuangan Tri Satria Santosa, serta Direktur Utama PT Banten Global Development, Ricky Tampinongkol.

Pada saat ditangkap, mereka tengah bertransaksi suap terkait pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten. Dari tangan dua wakil rakyat Banten, KPK menyita USD11.000 dan Rp60 juta yang diduga merupakan uang suap.

KPK kemudian menetapkan ketiganya menjadi tersangka. Diduga sebagai pihak penerima suap, Tri dan Hartono dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Ricky diduga sebagai pemberi suap. KPK menjeratnya dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top