Kazanah

2 Hari Penggeledahan, Ini yang Disita KPK di Unair Surabaya

Jatim – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita sejumlah dokumen seperti kontrak dan dokumen keuangan dari hasil penggeledahan di dua tempat yakni Gedung Rektorat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan kantor PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Divisi Operasi III di jalan Raya Juanda No. 1, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa kemarin (29/3).

“Penyidik menyita sejumlah dokumen seperti kontrak dan dokumen keuangan,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Kamis (31/3/2016).

Lebih lanjut, Yuyuk mengatakan pihaknya untuk hari ini tidak melakukan penggeledahan terkait penyidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair Surabaya tahun 2007-2010 dan peningkatan sarana dan prasarana RS Unair 2009. Pasalnya, penggeledahan itu sudah dilakukan pada Senin dan Selasa (28 & 29/3) yang merupakan rangkaian penyidikan kasus yang menjerat mantan Rektor Unair 2010-2015 Fashicul Lisan.

“Sudah dilakukan Senin, Selasa kemarin di 2 tempat PT PP dan Unair,” jelasnya.

Dalam dua kasus tersebut, KPK sudah menetapkan Rektor Unair periode 2006-2015, Fasichul Lisan, sebagai tersangka.

PT PP merupakan pemenang tender pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair Surabaya dan peningkatan sarana dan prasarana RS Unair. Dalam pengeledahan, penyidik menyita dokumen hard copy dan soft copy, seperti kontrak dan dokumen keuangan seperti dokumen kontrak dan keuangan

“Penyidik masih mendalami apakah hanya PT PP atau ada perusahaan lain yang mengerjakan proyek,” ujar Yuyuk.

Untuk diketahui, lembaga antirasuah menetapkan tersangka atas Rektor Unair 2010-2015, Fashicul Lisan. Kerugian sekitar Rp 85 miliar dari total nilai proyek kurang lebih Rp 300 miliar. KPK menetapkan mantan Rektor Universitas Airlangga Fasichul Lisan (FAS) sebagai tersangka. Penetapan ini terkait penyidikan kasus tindak pidana korupsi pada pembangunan Rumah Sakit Unair, Surabaya.

Dugaan tindak pidana korupsi tersebut dilakukan pada proyek pembangunan RS Unair dengan sumber dana daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2007-2010, dan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit dengan sumber dana DIPA 2009.

Dalam kasus ini, FAS selaku rektor sekaligus kuasa pengguna anggaran diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top