Pro

Kian Panas, FAKTA Tolak Kampanye Bernada SARA di Pilkada DKI

Jakarta – Puluhan massa tergabung dalam Forum Warga Jakarta untuk Pilkada Damai (FAKTA Pilkada Damai) menggelar aksi simpatik di Patung Kuda, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Dalam aksinya, mereka menghimbau kepada para bakal calon Gubernur DKI Jakarta, untuk melakukan kampanye yang positif dengan lebih mengedepankan program-program pembangunan jika kelak terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta, ketimbang mengumbar sentimen bernada SARA yang dapat memancing emosi para pendukungnya.

“Kami meminta kepada bakal calon Gubernur DKI untuk mengajak pendukungnya melakukan ‘kampanye’ yang mencerdaskan ketimbang kampanye yang menimbulkan sikap permusuhan,” ungkap Koordinator aksi, Abdullah saat berorasi.

Menurut dia, persaingan menuju kursi DKI-1 kian memanas. Bahkan, kata dia, saling ‘berbalas pantun’ antar kandidat turut memanaskan situasi. Apalagi yang terjadi di media sosial, ‘perang’ opini antar pendukung hingga saling hujat, menjadi lebih mudah ditemukan ketimbang adu program untuk menyelesaikan permasalahan Jakarta.

Pasalnya, sebagai calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat penantang serius dari Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault serta Ahmad Dani.

“Sebagai warga Jakarta, kami gembira dengan munculnya banyak calon yang berkualitas, karena siapapun yang nantinya terpilih, diharapkan akan dapat mengatasi persoalan Jakarta sebagai ibukota negara,” terang pria yang akrab disapa Dulla.

Dulla pun menyayangkan kemunculan suguhan tontonan yang kurang mendidik dan mencerdaskan. Aksi saling ejek, saling sindir, saling serang antar calon, dan saling bongkar kasus, lebih mudah ditemui di media. Ironis, kata dia, aksi-aksi itu lebih mengarah pada upaya menjatuhkan lawan politik dengan menyerang secara pribadi, bahkan kadangkala cenderung bernuansa SARA.

“Padahal warga Jakarta mengharapkan adanya tawaran program nyata dari masing-masing kandidat, untuk menyelesaikan problem Jakarta seperti kemacetan, banjir, kemiskinan, penyakit sosial dan tata kota yang lebih rapi dan ramah lingkungan,” ucap Dulla.

Sementara itu, sambung Dulla, perbedaan latar belakang yang tajam dari petahana dengan penantang-penantangnya, memunculkan konsekuensi beredarnya kampanye-kampanye bernada SARA, baik oleh yang pro maupun kontra. Pernyataan bernada menjelekkan ‘lawan’ politik dengan menyerang secara pribadi dan bahkan cenderung SARA justru berpotensi membuat suasana Pilkada makin memanas dan memecah masyarakat dalam sekat yang saling berhadap-hadapan.

“Masyarakat Jakarta yang heterogen, membutuhkan kedamaian dan ketentraman agar aktifitas dapat berjalan normal. Apalagi trauma kerusuhan (etnis) pada tahun 1998 yang mengiringi terjadinya reformasi, masih menjadikan bayang-bayang kelam bagi sebagian masyarakat Jakarta,” beber dia.

Lebih lanjut, Dulla menyebutkan penggunaan isu-isu yang bernada sentimen SARA justru kontraproduktif dengan tujuan Pilkada untuk menyatukan masyarakat dalam pembangunan menuju Jakarta yang berkeadilan dan sejahtera bagi masyarakat DKI. Sebagai masyarakat yang beradab, tentu kita tidak ingin, proses politik ini akan menciderai suasana damai dan menghilangkan rasa kemanusiaan warga Jakarta.

Stop Kampanye SARA“Sebagai warga Jakarta yang menginginkan kedamaian, kami ingin Pilkada DKI Jakarta ini menjadi wadah untuk menyatukan warga Jakarta, bukan memecah belah warga Jakarta. Harapan kami, Pilkada DKI Jakarta benar-benar menjadi pesta demokrasi, bukan pestanya orang-orang yang menginginkan adanya anarkhis,” pungkasnya.

Selain berorasi, para demonstran juga menggelar spanduk bertuliskan ‘Warga Jakarta inginkan Pilkada damai, Hindari kampanye SARA, beri kami program-program pembangunan, dan Rakyat Jakarta BUKAN untuk Diadu domba demi ambisi kekuasaan elit politik”.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top