Jendela Dunia

Logika Jokowi Terlalu Jauh Respons Panama Papers

Jakarta – Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai logika pemerintahan Jokowi “jumping” atau loncat terlalu jauh dalam merespons Panama Papers.

“Mestinya persoalan Paper Panama ini, dibongkar dan ditindaklanjuti secara hukum oleh KPK, PPATK, Dirjen Pajak, Kejaksaan dan Polri,” tegas Uchok, Sabtu (9/4/2016).

Karena, menurut Uchok, kasus Panama Paper ini ada dugaan money laundrey, pengemplangan pajak, dan penghianatan terhadap NKRI. Kata Uchok, Presiden Jokowi ini aneh, semestinya mengintruksikan kepada aparat hukum untuk bekerja untuk bergerak cepat agar merespos data paper panama, tapi malahan mendorong dengan memelintir isu paper panama ke persoalan RUU Tax amnesty.

“Ingat, di Islandia, Perdana Menterinya mundur gara-gara Panama Papers ini, tapi di Indonesia Presidennya kok malah santai-santai saja,” tutur dia.

Bahkan, kata Uchok, ada nama Menteri Rini Soemarno masuk data itu, Presiden diam saja. “Ini kan Presiden tidak sensitif terhadap persoalan isu ini,” ucapnya.

Untuk itu, kata Uchok, CBA curiga ada agenda terselebung dalam pengajuan RUU Tax amnesty. Karena begitu semangat mendorong RUU ini. Dan CBA juga menilai, makna kerja Presiden itu hanya membangun infrastruktur saja.

“Padahal, kerja di bidang hukum juga harus dipikirkan, dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top