Pro

KMP-KIH: Dandim Makassar Jadi Korban Bully Gara-Gara Pernyataan Atasan

Jakarta – Komunitas Masyarakat Pecinta – Kedamaian Indonesia Hakiki (KMP-KIH) mengingatkan agar aparat berwajib untuk tetap memakai asas praduga tak bersalah atas kasus dugaan penggunaan narkoba jenis baru oleh Dandimtabes Makassar 1408/BS, Kolonel TNI Jefri Oktevian Rotty di salah satu ruang karaoke Hotel D’ Maleo Makassar, Selasa (5/4/2016).

“Kami meminta agar aparat berwajib khususnya BNN tetap menggunakan azas praduga tak bersalah,” tegas Koordinator KMP-KIH Fadly, Senin (11/4/2016).

Lebih lanjut, Fadly mengingatkan agar tidak terburu-buru menyatakan bahwa telah terjadi pesta narkoba. Pasalnya, dalam operasi yang dipimpin Kasdam VII Wirabuana, Brigjen TNI Supartodi, tak didapatkan secuilpun barang bukti seperti halnya narkoba maupun peralatan penggunaan barang haram tersebut.

“Tidak boleh terburu-buru memberikan informasi dan menyimpulkan bahwa terjadi pesta narkoba. Jangan sampai nama TNI tercoreng dengan pernyataan sepihak terkait pesta narkoba tersebut,” ungkap Fadly.

Fadly pun meminta semua pihak untuk tidak menjustifikasi suatu peristiwa narkoba, apalagi menyangkut figur pimpinan TNI. Kata dia, hal ini perlu diperjelas pernyataan terkait pesta narkoba agar tak ada kesimpangsiuran informasi yang beredar.

Dandim Makassar Jeffry“Jangan korban perwira kodim dan dibully habis-habisan akibat euforia penggerebakan. Sebaiknya pihak berwenang yang khusus menangani narkoba juga harus digandeng dalam memberikan pernyataan, jadi tidak sepihak langsung mengadilinya. Ingat di Indonesia masih memakai asas praduga tidak bersalah,” terang dia.

Lebih jauh, Fadly menegaskan bahwa hal itu tak bisa diproses secara hukum, karena cairan Blue Safir yang disangkakannya adalah narkoba baru jenis New Psycoactive Substacess (NPS) atau metilon, belum di atur dalam UU 35/2009 tentang narkotika sebagai salah satu jenis narkotika.

“Kita sangat berharap agar publik bisa mencerna persoalan ini tanpa melontar berbagai tudingan miris yang bisa membuat terduga terdiskriminasi,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top