Pro

May Day, Buruh Diminta Berikan Contoh Baik Dimata Masyarakat

Jakarta – Menjelang peringatan hari buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei (May Day), ratusan ribu buruh serentak bakal merayakannya dengan turun ke jalan ke sejumlah lokasi. Mereka bakal menyampaikan tuntutan-tuntutannya terkait kesejahteraan para buruh itu sendiri.

Sementara itu, aktivis 98 tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) menaruh perhatian penting terkait perayaan momentum May Day tersebut. Sekretaris Jari 98 Mona Pangabean mengingatkan agar para buruh dalam memperingatinya tidak terlalu berlebihan dan tetap menghormati hak-hak orang lain.

Mona pun menyarankan agar dalam memperingatinya itu bisa juga dilakukan dengan menggelar istighosah atau jenis positif lainnya. “Para buruh untuk memperingati May Day mendingan banyak berdoa, agar diberikan keselamatan dan kesejahteraan,” ucapnya, Jumat (15/4/2016).

Selain itu, lanjut Mona, peran serta buruh dianggap sangat penting dalam menciptakan iklim yang kondusif dilapangan kerja. Kalaupun mereka tetap menginginkan berdemo pada saat May Day maka tetap kondusif.

“Jika aksi kondusif dan sejuk maka iklim investasi di Indonesia pun makin membaik. Para investor pun akan semakin bertambah dalam menanamkan modal dan siap membangun usahanya di Indonesia,” ujarnya.

Namun, Mona juga berharap kepada para pengusaha agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena langkah itu justru akan menimbulkan gejolak dikalangan pekerja. Sebaliknya, kata dia, semua buruh Indonesia pun tetap menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.

“May Day, para buruh harus melakukan aksi yang simpatik. Berikan kesan kepada masyarakat yang baik tidak merugikan orang lain. Dan jangan pula berlebih-lebihan, sewajarnya saja,” jelasnya.

Lebih jauh, Mona kembali menekankan para buruh agar memperlihatkan kepada masyarakat dalam rangka menyambut May Day nanti bisa melakukan kegiatan positif bersama.

“Sambut May Day, berikan contoh yang baik dimata masyarakat. Saya tidak melarang buruh untuk aksi, demo boleh dan sah-sah saja, asal jangan ganggu hak orang lain. Tapi sich mendingan gelar pasar murah atau pengobatan gratis untuk semua pekerja dan keluarga,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Independen Online Media of Indonesia brings the Latest News & Top Breaking headlines on Politics and Current Affairs in Indonesia & around the World, Sports, Business.

MERDESA ATAU MATI !!.

Copyright © 2017 Konspirasinews.com

To Top